Tawar Menawar Antara Siswa SMP Dan Pedagang Pasar Tradisional

- Editor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Bekasi, Ika Indah Yarti bersama siswa SMP 11 Kota Bekasi saat belanja di pasar wisma jaya

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Bekasi, Ika Indah Yarti bersama siswa SMP 11 Kota Bekasi saat belanja di pasar wisma jaya

KOTA BEKASI, Mediakarya – Ratusan siswa SMP Negeri 11 Kota Bekasi geruduk pasar Wisma Jaya, kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Jumat 29 Oktober 2026.

Kedatangan mereka adalah untuk berbelanja di pasar tradisional sesuai dengan arahan program Wali Kota Bekasi Tri Adhianto tentang gerakan cinta Edukasi terhadap produk pasar tradisional.

Kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi Ika Inda Yarti didampingi Kepada Bidang Pasar, Yudhistira menuturkan, bahwa kegiatan serupa telah dilakukan juga di pasar Seroja Harapan Jaya.

“Jadi itu pun sudah dilakukan, ada beberapa SMP negeri lainnya di pasar baru. Sehingga itu sudah berjalan. Saya yakin ke depannya ini akan terus berjalan. Jadi mudah-mudahan ini bisa berjalan baik dan anak-anak senang,” kata Ika Indah kepada media.

Yang terpenting program ini adalah, kata Ika, di samping pengenalan terhadap anak-anak dengan adanya program terhadap pasar tradisional, juga memberikan anak-anak bisa rerefresh.

Baca Juga:  Kota Bekasi Akan Segera Buka Gerai Vaksin Di Mall

“Sesuatu outing class bisa dibilang begitu, tapi memang outing class nya di pasar, lain daripada yang lain tetapi bermakna dan insyaallah kalau sudah didik dari SMP, ke depannya akan lebih bagus,” katanya.

Ika kembali menambahkan bahwa yang paling penting adalah anak-anak cinta terhadap produk yang ada di pasar tradisional atau produk lokal yang ada di pasar tradisional.

Output dari program ini adalah anak-anak usia dini lebih mengenal pasar tradisional dengan segala macam suasana pasar dan interaksi langsung dengan pedagang.

“Yang kedua mereka bisa lebih mandiri dan punya tanggung jawab terhadap perbelanjaan dan jujur serta bisa membandingkan harga. Sehingga mereka juga diajarkan bagaimana cara menawar dan sebagainya,”pungkasnya. (Me)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

BPKN Dukung Pembalut Bebas PPN
Dua Kandidat Mendaftar, Hanya Petahana Yang Lolos Verifikasi Balon Ketua Golkar Nias Selatan
IDSurvey Perkuat Daya Saing Industri Nasional Lewat Pengujian dan Sertifikasi Mutu
Semangat Pemuda Tetap Menyala, Danbrigif TP 32/Mangkalihat Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98
Ketum Hebitren Siap Bersinergi dengan Pemerintah Bangun Kemandirian Ekonomi Umat
Soroti Kasus Marbol 3,6 Juta Batang, Pakar Minta Dirjen Bea Cukai Jakarta Atensi Madura
Ketua PII Riau: Insinyur Bukan Sekadar Bangun Beton, Tapi Juga Bangun Peradaban Bangsa
IKD Di Kota Bekasi Masih Minim Partisipasi ASN

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Tawar Menawar Antara Siswa SMP Dan Pedagang Pasar Tradisional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:47 WIB

BPKN Dukung Pembalut Bebas PPN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Dua Kandidat Mendaftar, Hanya Petahana Yang Lolos Verifikasi Balon Ketua Golkar Nias Selatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:27 WIB

IDSurvey Perkuat Daya Saing Industri Nasional Lewat Pengujian dan Sertifikasi Mutu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Semangat Pemuda Tetap Menyala, Danbrigif TP 32/Mangkalihat Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Berita Terbaru

Ketua BPKN RI Mufti Mubarok. (Foto: dok.Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPKN Dukung Pembalut Bebas PPN

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:47 WIB