Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Pengamat: Waspadai Kader Destruktif

- Penulis

Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Partai Golkar

Logo Partai Golkar

JAKARTA, Mediakarya – Pengamat kebijakan politik Dr Adhi Suparto menilai langkah Mahkamah Partai Golkar yang memeberikan rekomendasi terkait dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Bekasi merupakan kebijakan tepat dalam rangka menaikan elektabilitas partai.

Bukan hanya itu, dengan digelarnya Musda Golkar Kota Bekasi diharapkan dapat mengakhiri kegaduhan di internal Partai Golkar di bumi patriot tersebut.

“Kami melihat kisruh di internal Partai Golkar Kota Bekasi sudah sangat menguras energi bagi para kader Golkar itu sendiri. Bahkan tidak mustahil, bila persoalan ini terus dibiarkan akan menggerus suara Golkar pada pemilu 2024 mendatang. Selain itu tentunya akan sulit menaikan elektabilitas Airlangga Hartarto sebagai kandidat capres 2024 mendatang,” ungkap Adi melalui sambungan telponnya, Kamis (28/10/2021).

Adi menegaskan agar DPP Partai Golkar jeli dalam menangkap peluang kader calon ketua DPD Golkar Kota Bekasi yang memiliki potensi bekal menaikan elektabilitas partai.

Baca Juga:  10 Orang telah Diamankan, Bupati Bekasi Terjaring OTT KPK

“Golkar Kota Bekasi harus dapat mempertahankan kursi di DPRD. Terlebih lagi di dua periode lebih, Wali Kota Bekasi dijabat oleh kader Golkar. Peluang ini jangan sampai disia-siakan. Karena Golkar Kota Bekasi sudah mengakar hingga lapisan bawah. Kerja keras kader Golkar itu harus diapresiasi DPP,” tandas Adi.

Adi mengatakan, bila ada kader Golkar yang tidak menginginkan penyatuan Golkar atau Musda Golkar Kota Bekasi itu digelar, maka DPP harus segera mengambil sikap terhadap kader tersebut.

“Boleh jadi dia (kader golkar) itu memang kader destruktif yang menginginkan agar Golkar di Kota Bekasi itu tetap terpecah. Ini yang harus diwaspadai,” pungkasnya. (Apl)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta
Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga
Truk Besar Parkir Sembarangan Di Kolong Fly Over Cipendawa, Pemerintah Tutup Mata
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:08 WIB

Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:01 WIB

Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Berita Terbaru