KOTA BEKASI, Mediakarya – H. Marta, salah seorang anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar Persatuan memiliki latarbelakang sebagai pensiunan PNS. Hal ini menjadi modal berharga bagi dirinya saat menjalankan tugasnya di kursi wakil rakyat yang sekarang diembannya melalui daerah pemilihan (Dapil) VI Bekasi Barat-Medansatria di periode 2019-2024.
Seperti diketahui, jabatan sebagai wakil rakyat adalah mengabdi guna memperjuangkan hak warga atau konstituen di dapilnya serta umumnya di wilayah Kota Bekasi. Termasuk selalu siap melayani dan membantu masyarakat dikala susah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Jadi, memang sejak awal mencalonkan diri sebagai wakil rakyat itu tujuannya ingin terus melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, karena sebelumnya saya juga pernah bekerja di Pemerintahan sebagai PNS. Jadi, setidaknya buat melayani dan membantu masyarakat di wilayah sekitar,” kata Anggota Fraksi Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi, H Marta.
Menurutnya, sebagai mantan PNS, dirinya paling tidak, sudah mengerti dan tahu akan tupoksi dari jabatan yang diamanatkan dirinya selaku wakil rakyat.
“Karena saat dulu sebagai PNS, dulu mitra kerjanya adalah dewan-dewan di Gedung DPRD. Dan kini, setelah terpilih dan menduduki kursi legislatif berkomitmen itu maksimalkan peran dan tanggungjawabnya,” paparnya.
“Alhamdulillah, sejauh ini komitmen tersebut masih saya pegang walaupun memang saat ini hasilnya masih jauh dari harapan warga di dapil, seperti merealisasi sejumlah aspirasi masyarakat yang memang hampir sebagian besar belum terlaksana dan itu pun dampak pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini termasuk di Kota Bekasi,” tuturnya.
Diakui politisi partai Golkar ini, untuk memaksimalkan peran dan fungsinya dalam menjaga kepercayaan dan keyakinan konstituennya tersebut dengan cara memberikan bantuan dan layanan advokasi baik masalah kesehatan, pendidikan dan sebagainya.
“Jadi, buat saya yang penting terbuka dan itu InsyaAllah masyarakat mengerti ketika saya jelaskan secara baik-baik. Yang jelas, hal-hal terkait tugas dan fungsi lainnya diupayakan maksimal. Seperti waktu pandemi Covid-19, saya memberi bantuan ke warga terdampak. Kemudian, siapkan mobil ambulance untuk mengantar warga atau korbannya ke rumah sakit atau pemakaman,” ungkapnya.
Bahkan, dia pun menegaskan, tidak jarang pula dirinya harus mengeluarkan uang pribadi untuk bisa memberikan bantuan ke warganya atau konstituen di dapilnya tersebut karena tidak sedikit pula pengurus RT atau RW maupun Karang Taruna di wilayahnya itu memberikan proposal kegiatan, lalu undangan warga dan lainnya.
“Untuk setiap kegiatan di RT atau RW dan Karang Taruna, atau sebagainya itu kita pasti bantulah, dan berusaha hadir kalau memang tidak ada jadwal kerja keluar kota atau rapat-rapat dewan, karena kita bisa bersilahturahmi juga di acara tersebut dengan warga,” tandasnya. (ADV)






