KOTA BEKASI, Mediakarya – Cegah virus Covid-19 varian omicron masuk ke lingkungan sekolah saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), siswa hingga tenaga pendidik dan kependidikan SMPN 18 Bekasi di swab.
Kepala SMPN 18 Bekasi Yudi Kahfiyudi menerangkan, swab yang dilakukan secara random kepada siswa beserta tenaga pendidik dan kependidikan tersebut, sebagai antisipasi menyebarnya virus omicron dI lingkungan sekolah.
“Kami tidak ingin mengganggu kenyamanan belajar siswa, untuk itu kami melakukan swab terhadap mereka,” ujar Yudi, Senin (31/1/2022).
Dengan melibatkan 5 tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat, merupakan salah satu kegiatan dalam rangka tindakan pencegahan.
“Kegiatan swabnya dilakukan dalam rangka pencegahan,” tambahnya.
Yudi menekankan, selain meningkatkan fasilitas kesehatan terhadap siswa saat pelaksanaan PTMT, dirinya juga tetap mengimbau kepada seluruh keluarga besar SMPN 18 Bekasi untuk tetap mematuhi prokes yang ada.
“Kami juga mengimbau kepada mereka untui selalu mematuhi prokesnya,” jelasnya menambahkan.
Sementara itu, salah seorang tenaga kesehatan mengungkapkan, untuk mendapatkan hasil swab tersebut, membutuhkan waktu sekitar 3-7 hari.
“Sekitar 3-7 hari, baru hasilnya bisa diketahui apakah ada yang terpapar virusnya atau tidak,” tutupnya. (apl)











