Aktivitas Alat Berat di Eks Tambang PT Holcim Cibadak Sukabumi, Pemerintah Terkesan Tutup Mata

- Editor

Selasa, 22 Juli 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat Berat Saat Beraktivitas di Eks Tambang PT. Holcim Cibadak

Alat Berat Saat Beraktivitas di Eks Tambang PT. Holcim Cibadak

SUKABUMI, Mediakarya – Aktivitas alat berat dan truk-truk besar pengangkut tanah merah dari lahan bekas Tambang Silika PT. Holcim Indonesia Tbk di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kembali jadi perhatian warga. Pasalnya kawasan tersebut sejak 2010 direhabilitasi dan dikembangkan menjadi hutan pendidikan.

Padahal, area seluas 85 hektare yang dikenal sebagai Holcim Educational Forest atau Renzo Edupark itu sempat jadi percontohan program pemulihan pascatambang. Rehabilitasi dilakukan Holcim bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan IPB sejak tambang berhenti beroperasi pada 2010.

Namun kini, ketenangan kawasan yang dulu hijau dan asri itu terganggu. Dari pantauan lapangan, tampak sejumlah alat berat beroperasi dan truk-truk melintasi area reklamasi tersebut. Informasi yang dihimpun tanah merah dari hasil penggalian itu digunakan untuk keperluan urugan pembangunan Tol Bocimi Seksi 3.

Menanggapi hal tersebut, Rohmat Hidayat Ketua Umum Laskar Pasundan Indonesia (LPI) menyayangkan adanya kegiatan penambangan ulang di lokasi area reklamasi bekas Tambang Silika PT. Holcim Indonesia Tbk.

“Kami sangat prihatin bekas tambang itu seharusnya difokuskan untuk rehabilitasi lingkungan, bukan malah dieksploitasi lagi,” ujar Rohmat, Selasa ( 22/7/2025).

Baca Juga:  Gibran tak Ingin Dikaitkan Pilkada Jakarta Usai Kunjungan ke Ibu Kota

Menurut Rohmat, kegiatan semacam ini bisa memperburuk kerusakan lingkungan, mengancam sumber daya air, dan keanekaragaman penghijauan yang telah tumbuh kembali berkat program reklamasi.

“Apalagi diduga aktivitas ini dilakukan tanpa izin resmi dan tanpa melibatkan partisipasi masyarakat. Yang paling lucu diduga dibekingi oknum aparat penegak hukum adanya dugaan dibekingi oknum aparat penegak hukum,” ujarnya

Rohmat berharap, Pemerintah Daerah segera turun tangan dan mengevaluasi kegiatan tersebut. “Lingkungan bukan warisan, tapi titipan untuk generasi mendatang, yang pasti ada aturanya,

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait legalitas kegiatan tersebut. Dari penelusuran sementara, status tanah di lokasi itu juga belum jelas. Belum ditemukan dokumen resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang memastikan siapa pemilik lahan saat ini.

Diduga, tanah tersebut masih menjadi aset PT Holcim atau hak pengelolaannya diberikan kepada IPB berdasarkan kerja sama rehabilitasi lingkungan. Namun status itu belum terverifikasi secara resmi. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat
Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat
Dekati Ratusan Jemaat, Cara Polres Nias Selatan Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
Allan Lohy Dorong Penanganan Nasional Karhutla Papua jika Kabut Asap Capai Maluku
Polres Nias Selatan Sita 27 Paket Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Sarang Narkoba Lahusa
GMNI Kecewa Kepada Disnaker Kota Bekasi Yang Tidak Tegas Tindak Loker Palsu
Fokus Karakter Sejak Dini, Bunda PAUD Onolalu Ajak Orang Tua Terapkan 7 Kebiasaan Ini di Rumah
Jangkau Milenial dan Gen Z, Film Ageman Jadi Media Edukasi Toleransi di UIN Raden Intan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Dekati Ratusan Jemaat, Cara Polres Nias Selatan Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Allan Lohy Dorong Penanganan Nasional Karhutla Papua jika Kabut Asap Capai Maluku

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Polres Nias Selatan Sita 27 Paket Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Sarang Narkoba Lahusa

Berita Terbaru

Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, (Ist)

Nasional

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Okt 2026 - 18:15 WIB