Anak Buah AHY Sebut Sejumlah Mantan Jenderal Malu dengan Cara Moeldoko Begal Partai

- Editor

Kamis, 6 April 2023 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lambang Partai Demokrat

Lambang Partai Demokrat

JAKARTA, Mediakarya – Puluhan jenderal purnawirawan TNI merasa malu dengan Moeldoko karena terus melakukan upaya membegal Partai Demokrat. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menanghapi upaya kubu Moeldoko yang mengajukan peninjauan kembali (PK) atas kepengurusan Partai Demokrat.

“Bersama kami, Partai Demokrat, bersama Ketum AHY, ada puluhan jenderal purnawirawan yang merasa malu dengan kelakuan anda yang tidak patut dicontoh. Jenderal tapi jadi begal partai,” kata Herzaky dalam keterangannya, Kamis (6/4).

Oleh karenanya, Herzaky meminta agar Moeldoko tidak bersikap seolah tak tahu menahu soal PK yang diajukan ke MA itu. Ia lantas menantang Moeldoko untuk menggugat kuasa hukumnya jika memalsukan tanda tangannya untuk ajukan PK ke MA.

Anak buah AHY itu mengklaim rakyat saat ini sudah sangat paham karakter dan perilaku tidak baik Moeldoko.

“Tidak menunjukkan teladan dan nilai-nilai ksatria sebagai seorang prajurit,” kata dia.

Herzaky menilai seharusnya Moeldoko merasa malu melihat banyak partai baru lolos verifikasi sebagai peserta pemilu 2024. Sebaliknya, ia menilai Moeldoko tak mampu membuat parpol sendiri namun mencoba kudeta parpol lain.

Baca Juga:  Industri Digital Dinilai Jadi Bisnis Masa Depan

“Anda jenderal, KSP, tapi tidak mampu buat partai sendiri. Malah mau jadi begal partai orang,” kata dia.

Terkait dengan ramainya pemberitaan soal PK yang akan diajukan oleh kubu Moeldoko, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari mantan Pangkima TNI era SBY itu.

Bahkna, sosok yang saat ini menjabat KSP itu enggan menjelaskan tentang upaya terbaru PK yang dilayangkan bersama Jhoni Allen Marbun ke MA soal kepengurusan Partai Demokrat. Moeldoko menyampaikan bahwa pertanyaan terkait PK yang ia layangkan belum saatnya untuk dijawab.

Selain itu, dia juga mengaku tidak mengerti terkait pernyataan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut ada empat novum atau bukti baru yang menjadi dasar dalam PK yang kembali dilayangkan kubu Moeldoko itu.

“Yang tadi pertanyaan itu nanti belum dijawab sekarang. Terima kasih, sorry mas ya,” kata Moeldoko di Gedung Krida Bhakti, Jakarta, Senin (3/4).

“Ora ngerti aku, ora ngerti!” imbuhnya sebagaimana dilansir dari CNN.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Negara Darurat Cognitif Reselience
IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik
Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi
Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK
MK Nyatakan Wapres Gibran Tidak Miliki Ijazah Setara SMA Luar Negeri
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:01 WIB

IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:56 WIB

Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:36 WIB

MK Nyatakan Wapres Gibran Tidak Miliki Ijazah Setara SMA Luar Negeri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terbaru

Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) & Agus Rizal (Ekonom Strukturalis di Nusantara Centre)

Headline

Negara Darurat Cognitif Reselience

Rabu, 7 Okt 2026 - 05:15 WIB