Bergabung Dengan KIM, Elektabilitas Golkar Malah Jeblok

- Editor

Sabtu, 11 November 2023 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Partai Golkar

Logo Partai Golkar

JAKARTA, Mediakarya – Pasca menyatakan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mendukung pasangan Capres/Cawapres Prabowo-Gibran, suara Partai Golkar kian terpuruk.

Bahkan, hasil rilis dari sejumlah lembaga survei nasional, partai berlambang pohon beringin dan pernah berjaya di era order baru itu di urutan ketiga disalip oleh Partai Gerindra yang merupakan partai yang dilahirkan pasca reformasi.

Sebagaimana diungkapkan oleh lembaga survei Political Weather Station (PWS) yang merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2024. Delapan partai diprediksi lolos ke DPR. Survei dilakukan pada 1 hingga 8 November 2023 terhadap 1.220 responden.

Survei dilakukan melalui tatap muka. Populasi survei adalah warga negara yang sudah memiliki hak pilih yakni berusia 17 tahun dan atau belum 17 tahun tapi sudah menikah.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling. Margin of error survei ±2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Direktur Riset PWS Sharazani mengatakan PDIP masih teratas dibuntuti Gerindra selanjutnya disusul oleh Partai Golkar.

“PDI Perjuangan akan keluar sebagai pemenang dengan elektabilitas 19,8%. Namun dominasi PDI Perjuangan terus dibuntuti oleh perkembangan elektabilitas Partai Gerindra yang begitu progresif. Sebanyak 17,1% responden mengaku memilih Partai Gerindra jika pemilu dilaksanakan saat ini. Elektabilitas PDI Perjuangan cenderung stagnant di angka 19 hingga 20-an persen,” kata Sharazani.

Baca Juga:  Komisi II Pastikan Pemilu Serentak Dilaksanakan di Tahun 2024

Responden diberi pertanyaan: Dari 18 partai peserta Pemilu 2024 partai apakah yang Anda pilih jika Pemilu dilakukan saat ini? (%)

Berikut hasilnya versi survei PWS:

PDIP 19,8%
Partai Gerindra 17,1%
Partai Golkar 10,1%
Partai Demokrat 9,8%
Partai NasDem 8,7%
PKB 7,2%
PKS 7 %
Perindo 4,3%
PAN 3,9%
PPP 2,9%
Partai lainnya 2,9%
Tidak Tahu 5,5%

Sebagai informasi, ambang batas partai politik masuk parlemen diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun Tahun 2017. Berdasarkan UU tersebut ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 4% dan berlaku secara nasional untuk semua anggota DPR.

Sementara itu, PWS juga merilis terkait dengan elektabilitas Perindo. Dimana partai besutan Harry Tanoesoedibjo itu menunjukkan elektabilitas cukup signifikan.

“Hasil survei juga menunjukkan Perindo menyalip PAN dan PPP,” ungkapnya

Selanjutnya, partai lain yang kemungkinan bisa mengejutkan pada Pemilu 2024 nanti adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pasca dipimpin Kaesang Pangarep. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kolaborasi PAM JAYA dan Pemkot JakTim, Prasarana Olahraga Tinju di Kampung Melayu Diresmikan Gubernur Pramono
Adi Suparto Bedah Prahara Sadap 2026: Jangan Hanya Lihat Kriminalnya, Ini Ujian Konstitusi!
Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden
Puji Listyo Kapolri Terbaik, Deklarator Relawan “Poros Prabowo Subianto Presiden” Desak Gerindra Copot Habiburokhman dari Ketua Komisi III
IPPS Sebut Prabowo-Jokowi Sama-Sama Toksik, Rakyat Hanya Jadi Korban Dua Gajah Bertarung
Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan
Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik
Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:40 WIB

Kolaborasi PAM JAYA dan Pemkot JakTim, Prasarana Olahraga Tinju di Kampung Melayu Diresmikan Gubernur Pramono

Minggu, 8 November 2026 - 07:05 WIB

Adi Suparto Bedah Prahara Sadap 2026: Jangan Hanya Lihat Kriminalnya, Ini Ujian Konstitusi!

Sabtu, 7 November 2026 - 19:18 WIB

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Sabtu, 7 November 2026 - 15:18 WIB

IPPS Sebut Prabowo-Jokowi Sama-Sama Toksik, Rakyat Hanya Jadi Korban Dua Gajah Bertarung

Sabtu, 7 November 2026 - 12:28 WIB

Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan

Berita Terbaru

Ilustrasi  (Foto: Ist)

Opini

Polri Milik Negara Bukan Milik Kekuasaan

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:37 WIB

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman (Foto: dok. Fraksi Gerindra)

Headline

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:18 WIB