Sulit bagi Prabowo Terbebas dari Pengaruh dan Peran Politik Jokowi

- Editor

Jumat, 11 September 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo bersama Jokowi  (Ist)

Presiden Prabowo bersama Jokowi (Ist)

Oleh: Yusuf Blegur 

Sebaiknya rakyat jangan terlalu berharap Prabowo akan melawan Jokowi.
Meskipun berbeda gaya kepemimpinan, keduanya memiliki watak dan sifat yang sama yakni anti kritik, represif, cenderung tiran, dan haus kekuasaan

Meskipun Prabowo dinilai memiliki sifat pemberontak dan karakter pembangkang sebagaimana rekam jejak baik dalam bisnis maupun kemiliteran. Kalau mau jujur dan obyektif, secara empiris, historis dan ideologis Prabowo juga berasal dari keturunan atau memiliki trah dari keluarga yang dibekap polemik dan kontroversi sepanjang sejarah politik di Indonesia. Termasuk ayahnya Soemitto Djojohadikusumo dan kakeknya Margono Djojohadikusumo yang kiprah masa lalunya masih dalam perdebatan publik hingga sekarang.

Perjalanan politik Prabowo selama lebih dari 2 dekade terutama hingga bisa menjadi presiden seperti sekarang ini tidak bisa lepas dari eksistensi Jokowi. Dari mulai menjadi kompetitor, Prabowo akhirnya berkolaborasi dengan Keluarga Jokowi seperti pengakuan Jokowi yang dilansir dalam pelbagai platform media sosial.

Dua kali kalah berhadapan dengan Jokowi dalam pilpres sebelumnya, membuat keduanya bertemu dalam kepentingan yang sama dalam pilpres 2024. Berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka yang notabene putranya Jokowi.

Sebagai pemenang pilpres 2024, pasangan Prabowo-Gibran merupakan pertemuan kepentingan politik taktis dan strategis jangka panjang. Presiden dan wakil presiden ini tidak bisa lepas dari persekongkolan serta rekayasa konstitusi dan demokrasi yang melibatkan banyak orang yang memiliki kewenangan dan otoritas serta institusi negara.

Pasangan Prabowo-Gibran juga menjadi kompromi politik dari kegagalan ambisi presiden 3 periode seorang Jokowi. Naiknya Gibran sebagai wapres mendampingi Prabowo menjadi cermin konspirasi syahwat kekuasaan dan hasrat mengendalikan Indonesia untuk jangka waktu yang lama dari perkawinan politik Jokowi dan Prabowo.

Baca Juga:  Kopi Tarik dan Harapan Ekonomi Pancasila

Rasanya sulit bagi Prabowo untuk mengaborsi kepentingan politik Jokowi termasuk karir putranya Gibran. Mengingat Prabowo banyak berhutang budi politik dan ekonomi dari Jokowi.
Melawan Jokowi bagi Prabowo sama saja akan berhadapan dengan kekuatan oligarki yang memiliki dominasi dan pengaruhnya meliputi politik, ekonomi, hukum dll., yang tak terbatas dalam penyelenggaraan negara.

Selain itu, mengambil langkah konfrontatif terhadap Jokowi seakan mengubur karir politik Prabowo sendiri. Selain resiko terbongkarnya banyak kecenderungan skandal korupsi seperti kasus pembelian alutsista, food estate, dan lahan IKN selama Prabowo dipercayakan menjadi menteri pertahanan oleh Jokowi saat masih menjabat presiden.

Keselamatan Prabowo juga menjadi taruhan mengingat meskipun tidak lagi menjabat presiden, kekuasaan dan pengaruh Jokowi masih kuat dengan adanya orang-orang loyalis dan militan secara pragmatis di sekeliling dan dalam pemerintahan Prabowo.

Masih banyak pejabat strategis yang patron ke Jokowi seperti di lingkungan kementerian, partai politik dan DPR RI, KPK dan Kejaksaan, KPU, dan MK hingga TNI-Polri.
Oleh karena itu dengan kekuatan dan posisi tawar yang lemah, membuat Prabowo akan berhitung untuk menindak atau menyingkirkan Jokowi dalam panggung politik nasional, meskipun kini ia sebagai presiden.

Penulis: -Direktur Eksekutif  Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Indonesia 

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pilpres 2029: Politik Dagang Sapi Mulai Terbuka
Aniesfobia
Ekonomi di Kita Bukan Sekedar Pasar 
Erupsi Krakatau: Renungan Keagamaan dan Politik
Buku “Islam Ala Prabowo” Antara Proses Penyusunan dan Narasi yang Diperdebatkan
Islam Ala Prabowo atau Prabowo Seolah-Olah Islam?
Ambang Batas Pilkada: Antara Pembatasan Hukum dan Ketidakpuasan Rakyat yang Terakumulasi
Mensintesakan Pemikiran Soemitro dan Mubyarto

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:47 WIB

Sulit bagi Prabowo Terbebas dari Pengaruh dan Peran Politik Jokowi

Kamis, 10 September 2026 - 10:41 WIB

Pilpres 2029: Politik Dagang Sapi Mulai Terbuka

Kamis, 10 September 2026 - 07:13 WIB

Aniesfobia

Rabu, 9 September 2026 - 09:41 WIB

Ekonomi di Kita Bukan Sekedar Pasar 

Rabu, 9 September 2026 - 01:34 WIB

Erupsi Krakatau: Renungan Keagamaan dan Politik

Berita Terbaru

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) Foto: dok. Aditiya/Mediakarya

Ekonomi & Bisnis

DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 04:46 WIB