Bencana Epidemi di Indonesia Kesempatan Baik Sebagai Pembelajaran 

- Editor

Senin, 16 Agustus 2021 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo BNPB

Logo BNPB

Jakarta, Mediakarya– Deputi Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati,mengatakan bahwa standar nasional, khususnya dalam sistem penanggulangan bencana epidemi, merupakan kesempatan yang sangat baik sebagai pembelajaran dari sisi literasi, referensi dan aplikasi lapangan, seperti pada penanganan Covid-19.

“Kita tidak hanya bicara subjek epideminya saja tapi juga sekaligus bagaimana lintas sektor menjadi sinergitas dapat bekerja sama dalam penanggulangan epidemi,” ujar Raditya dalam kegiatan Penyusunan Rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI) Sistem Penanggulangan Bencana Epidemi pada Jumat lalu (13/8).

Pertemuan yang membahas penyusunan lanjutan rancangan SNI (RSNI) Penanggulangan Bencana Epidemi telah memasuki diskusi kedelapan. Pembahasan yang berlangsung secara virtual pada Jumat lalu (13/8) menghasilkan draf RSNI 1, dengan masukan-masukan sebagai penyempurnaan rancangan. Para anggota gugus kerja diberikan waktu selama satu minggu untuk memberikan masukan dan pendapat sebelum bertemu dengan Komisi Teknis 13-08. Proses ini bertujuan untuk meminimalkan atau menghindari perbedaan pandangan.

Salah satu anggota gugus kerja, Yus Rizal, DCN, M.Epid. menyampaikan masukan terkait pembiayaan untuk penanganan epidemi. Ia mengatakan, pembiayaan pada konteks penanganan Covid-19 ini bukan hanya bersumber dari APBN maupun APBD.

“Ada juga berupa hibah dari masyarakat contohnya donor darah konvalesen yang dikelola oleh PMI, anggarannya merupakan hibah masyarakat,” jelas Yus Rizal yang diamini oleh anggota gugus kerja yang lain.

Baca Juga:  Rakyat Dirugikan Rp12 Triliun, CBA Tuding PPATK dan Bank “Kongkalikong” Soal Blokir Rekening

Hasil dari diskusi tersebut diharapkan dapat dilanjutkan statusnya menjadi RSNI 2 sebelum ditetapkan menjadi SNI pada Oktober 2021 nanti.

Penggagas sistem penanggulangan bencana epidemi, Mizan Bustanul Fuady Bisri, menyampaikan bahwa RSNI 1 ini masih terbuka untuk mendapatkan masukan dari anggota gugus kerja agar dapat dilanjutkan pada pembahasan dengan Komite Teknis 13-8 untuk pertemuan selanjutnya.

“Maksud dan tujuan dari diskusi hari ini dari menyarikan berbagai catatan serta referensi pada draf awal yang telah diformulasikan untuk menjadi draf RSNI 1 sehingga harapannya pada hari ini bisa dikritisi satu per satu tiap bagian dan akhirnya menjadi daftar inventarisasi masalah, kemudian terverifikasi bagian mana yang belum menjadi konsensus gugus kerja,” ujar Mizan yang juga asisten profesor di Universitas Kobe, Jepang.

SNI Sistem Penanggulangan Bencana Epidemi diajukan oleh Komite Teknis 13-08 Penanggulangan Bencana sebagai respons sistematis atas berbagai pembelajaran semua pihak dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan sebagai antisipasi terhadap berbagai risiko kedaruratan kesehatan lainnya di masa yang akan datang, termasuk potensi gelombang Covid-19 dan penyakit. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat
Diduga Miliki KTP Ganda, Oknum Camat Di Jakarta Timur Di Polisikan
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Diduga Miliki KTP Ganda, Oknum Camat Di Jakarta Timur Di Polisikan

Berita Terbaru