Disharmonisasi Kepala Daerah vs OPD Marak, LPKAN: Banyak OPD Merasa Kebal karena Dibekingi Partai

- Editor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LPKAN Indonesia, R. Muuhammad Ali Zaeni  (Foto: dok. Medkar)

Ketua LPKAN Indonesia, R. Muuhammad Ali Zaeni (Foto: dok. Medkar)

SEMARANG, Mediakarya – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) menyoroti adanya dugaan disharmonisasi antara kepala daerah dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia.

Ketua Umum LPKAN, Mohammad Ali Zaeni, menilai fenomena tersebut muncul ketika kepala OPD memiliki “bekingan” atau dukungan dari kekuatan partai politik. Kondisi ini, kata dia, menjadi salah satu tantangan terbesar dalam tata kelola pemerintahan daerah saat ini.

“Ketika seorang kepala OPD merasa memiliki posisi tawar politik yang kuat karena didukung oleh partai pengusung kepala daerah atau fraksi mayoritas di DPRD, loyalitas dan garis komando birokrasi menjadi bias. Bahkan terkadang kerap berseberangan dengan kepala daerahnya,” ujar Ali saat dihubungi Mediakarya, Selasa (20/10/2026).

Menurut Ali, kepala OPD yang memiliki bekingan partai cenderung lebih loyal kepada patron politiknya ketimbang kepada kepala daerah secara administratif sebagai atasan langsung.

“Akibatnya kepala daerah kerap merasa sungkan atau khawatir kehilangan dukungan politik di parlemen (DPRD) jika menindak tegas atau merotasi kepala OPD yang bermasalah tersebut,” ungkapnya.

Ali menyebut, disharmonisasi semacam itu sangat berbahaya karena merusak prinsip hierarki birokrasi. Kepala daerah sebagai pengguna anggaran dan pemegang kebijakan tertinggi di daerah menjadi tidak efektif ketika perintahnya tidak dijalankan secara utuh oleh OPD.

Sinyalemen Keretakan di Brebes

Dalam konteks tersebut, Ali secara khusus menyinggung adanya dugaan keretakan hubungan antara Bupati Brebes, Jawa Tengah, dengan sejumlah OPD di bawahnya.

Ia menilai, persoalan di Kabupaten penghasil bawang merah itu diisinyalir muncul lantaran adanya intervensi petinggi partai politik tertentu yang memiliki kedekatan personal dengan sejumlah pejabat OPD.

Baca Juga:  Sekjen LPKAN Puji Ketegasan Kapolri Suyudi Ario Seto Sikat Narkoba di Jalan Kunti

“Jika itu benar terjadi, maka akan merusak sistem merit (kompetensi) dalam birokrasi, sehingga memicu kecemburuan sosial di antara Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya,” kata Ali.

Menurutnya, praktik OPD yang berlindung di balik kekuatan partai politik akan menciptakan kasta-kasta di dalam birokrasi. ASN yang bekerja secara profesional dan kompeten akan kalah bersaing dengan ASN yang memiliki kedekatan politik.

Dorongan Penguatan Pengawasan

Oleh karena itu, LPKAN mendorong tiga langkah perbaikan untuk kasus di Brebes dan daerah lain yang mengalami gejala serupa.

Pertama, memperketat fungsi pengawasan dalam proses open bidding atau lelang jabatan. Proses tersebut harus benar-benar berbasis kompetensi dan diawasi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), bukan berbasis kedekatan politik.

“KASN harus menegakkan aturan netralitas ASN secara ketat dengan sanksi pemecatan bagi birokrat yang terbukti bermain politik praktis,” tegas Ali.

Kedua, Ali meminta Inspektorat Daerah Kabupaten Brebes untuk tidak menjadi alat legitimasi kekuasaan, melainkan menjalankan fungsi pengawasan internal secara objektif.

“Selain itu, kami juga mendorong peran aktif Inspektorat Daerah Kabupaten Brebes dan Ombudsman untuk mengawasi kinerja OPD secara objektif tanpa intervensi partai,” tutur Ali.

Ali menegaskan, jika disharmonisasi akibat intervensi partai ini dibiarkan, maka yang menjadi korban akhir adalah pelayanan publik dan masyarakat. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat
Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat
Dekati Ratusan Jemaat, Cara Polres Nias Selatan Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
Allan Lohy Dorong Penanganan Nasional Karhutla Papua jika Kabut Asap Capai Maluku
Polres Nias Selatan Sita 27 Paket Sabu dan Uang Jutaan Rupiah dari Sarang Narkoba Lahusa
GMNI Kecewa Kepada Disnaker Kota Bekasi Yang Tidak Tegas Tindak Loker Palsu
Fokus Karakter Sejak Dini, Bunda PAUD Onolalu Ajak Orang Tua Terapkan 7 Kebiasaan Ini di Rumah
Jangkau Milenial dan Gen Z, Film Ageman Jadi Media Edukasi Toleransi di UIN Raden Intan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Disharmonisasi Kepala Daerah vs OPD Marak, LPKAN: Banyak OPD Merasa Kebal karena Dibekingi Partai

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Dekati Ratusan Jemaat, Cara Polres Nias Selatan Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Allan Lohy Dorong Penanganan Nasional Karhutla Papua jika Kabut Asap Capai Maluku

Berita Terbaru

Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, (Ist)

Nasional

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Okt 2026 - 18:15 WIB