Cegah Varian Omicron, Pemkot Bekasi Tracking Swab di Stasiun

- Editor

Rabu, 2 Februari 2022 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19, Pemerintah Kota Bekasi melakukan tracking melalui swab antigen dan PCR di Stasiun Kota Bekasi. Tanpak Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, melakukan monitoring secara langsung ke lokasi, Rabu (2/2/2022).

Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyiapkan 200 paket swab antigen pada kegiatan tersebut. Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono memastikan racking tersebut berjalan dengan lancar. Pengetatan Prokes pun dilakukan kepada setiap pengguna jasa angkutan kereta dan commuter line di Stasiun Bekasi. Terlihat petugas melakukan pengecekan suhu, pemeriksaan sertifikat vaksin dosis 1, 2 dan booster serta pemeriksaan swab antigen.

“Pemkot Bekasi menerjunkan 2 unit mobil Combat PCR Covid-19 dan 7 petugas. Tes tersebut untuk mendeteksi penumpang yang terinfeksi Covid-19,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan, sebelum tes swab, pengguna commuter line diminta untuk memberikan data. Lalu, para petugas langsung melakukan tes antigen. Jika ditemukan reaktif, peserta tersebut langsung diarahkan untuk melakukan tes swab PCR.

“Peserta tes antigen akan diizinkan berangkat ke Jakarta apabila hasil tesnya non reaktif,” katanya.

Baca Juga:  Menuju Pilkada 2024, Dukungan Elemen Masyarakat Kepada Tri Adhianto Terus Mengalir

Tri mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengguna jasa kereta dan commuter line dalam keadaan baik.

“Banyak warga Kota Bekasi yang bekerja di Jakarta menggunakan moda transportasi commuter line, maka dari itu, sebagai upaya pencegahan, Pemerintah Kota Bekasi melakukan Tracking, Tracing dan Treatment kepada para pengguna jasa commuter line untuk memastikan mereka dalam keadaan baik-baik saja,” ujarnya.

Jika ada calon penumpang yang reaktif Covid-19, maka Dinas Kesehatan melakukan tindakan rujukan tes swab PCR di RSUD atau di Puskesmas terdekat dengan domisili yang bersangkutan. Selanjutnya, akan dilakukan penentuan tindakan apakah pasien tersebut akan melakukan perawatan di RSUD Kota Bekasi atau cukup dengan isolasi mandiri.

“Apabila diketahui statusnya reaktif Covid-19, maka kita bawa ke rumah sakit rujukan untuk tes swab PCR dan apabila positif, kita akan tentukan tingkat keparahannya, apakah harus dirawat di RSUD atau apakah cukup dengan isolasi mandiri,” tegas Tri. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Kelurahan Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta Rupiah, Bukti Keseriusan PAM JAYA Apresiasi Kontribusi Warga Jakarta
Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar
Dinasti di Balik Kursi Sekda, Pembina Korps Alumni KNPI Bekasi Sentil Pelantikan Adik Ipar Tri Adhianto
Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Prof Uceng: Mahasiswa Hukum Jadi Tak Ada Gunanya Belajar
Selamat Datang di Dinasti Baru Pemerintahan Kota Bekasi
Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah
Open Bidding atau Sandiwara? Adik Ipar Tri Adhianto Mulus Jadi Calon Sekda Kota Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:37 WIB

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Selasa, 3 November 2026 - 04:46 WIB

Kelurahan Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta Rupiah, Bukti Keseriusan PAM JAYA Apresiasi Kontribusi Warga Jakarta

Senin, 2 November 2026 - 17:15 WIB

Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 12:31 WIB

Dinasti di Balik Kursi Sekda, Pembina Korps Alumni KNPI Bekasi Sentil Pelantikan Adik Ipar Tri Adhianto

Senin, 2 November 2026 - 09:28 WIB

Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Prof Uceng: Mahasiswa Hukum Jadi Tak Ada Gunanya Belajar

Berita Terbaru