Dinilai Gagal Pimpin Golkar, Sejumlah PK Ancam Ajukan Mosi Tidak Percaya Kepada Ade Puspitasari

- Penulis

Selasa, 22 Oktober 2024 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rakerda Partai Golkar Jawa Barat. (Ist)

Suasana Rakerda Partai Golkar Jawa Barat. (Ist)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Buntut dari tidak berjalannya organisasi partai, sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar mengancam akan mengajukan surat mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ade Puspitasari sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

Ade Puspitasari dinilai gagal dalam mengemban amanahnya untuk memimpin DPD Golkar. Bukan hanya itu, Ade dinilai hanya jadi “boneka” Rahmat Effendi (Pepen) yang saat ini tengah menjalani hukuman atas kasus korupsi yang menimpanya.

Sejumlah Ketua PK mengaku kecewa dengan Ade yang kerap menunjukkan sikap arogansinya bahwa seolah Golkar Kota Bekasi milik keluarganya.

“Kami secara silent sudah melakukan konsolidasi dengan sejumlah pengurus PK di 12 kecamatan dan sepakat untuk mengajukan surat mosi tidak percaya terhadap Ade Puspitasari,” ungkap salah satu pengurus PK Golkar Kota Bekasi yang namanya minta dirahasiakan, Selasa (22/10/2024)

“Kita ini partai besar, tapi sayangnya dipimpin oleh orang yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan (Leader shift). Ade tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan memotivasi bawahannya, sehingga banyak pengurus DPD yang berjalan masing-masing,” tambahnya.

Seperti, dalam kontestasi Pilkada, banyak kader yang mengaku belum mendapatkan arahan resmi dari struktur DPD Golkar, akan mendukung siapa dalam pilkada 27 November mendatang.

Baca Juga:  Satkar Ulama Dukung Kebijakan Pembatasan Solar Subsidi

“Padahal DPP Golkar sudah mengamanatkan Uu Saeful Miqdar untuk maju sebagai calon kepala daerah yang diusung Golkar. Tapi nyatanya mesin partai juga belum bergerak,” katanya.

Sementara itu, sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, Ade Puspitasari dinilai tidak memiliki ketegasan untuk memberikan instruksi kepada jajarannya untuk mendukung Uu.

Di sisi lain, Uu juga dinilai terlalu memaksakan diri dan hanya menuruti syahwat politiknya untuk menjadi calon Wali Kota. “Jika Uu tidak memiliki logistik untuk maju pilkada, sebagai Ketua DPD Ade memiliki hak untuk menanyakannya. Jangan jadikan pasangan Uu-Nurul hanya sebatas untuk pemecah suara kandidat cakada lainnya saja,” tuturnya.

Atas dasar itu, ia menilai sudah saatnya Ade Puspitasari harus berhenti dari Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

“Kondisi Partai Golkar saat ini sangat memperihatinkan. Maka dari itu sejumlah pengurus PK sepakat untuk menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ade,” tegasnya. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga
Truk Besar Parkir Sembarangan Di Kolong Fly Over Cipendawa, Pemerintah Tutup Mata
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:01 WIB

Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:18 WIB

Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga

Berita Terbaru