Disrupsi Teknologi Butuh Generasi Muda Sebagai Pelopor Masyarakat Digital

- Editor

Jumat, 15 Oktober 2021 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker.

Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker.

JAKARTA, Media Karya- Disrupsi teknologi merupakan keniscayaan dimana saat ini telah terjadi inovasi dan perubahan secara besar-besaran secara fundemental yang mengubah semua sistem dan tatanan yang ada ke cara-cara baru. Dalam kaitan dibutuhkan peran para generasi muda dan milenial yang dianggap sebagai pelopor masyarakat digital.

Demikian mengemuka dalam webinar bertajuk Muda, Kreatif dan Digitalisasi yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (14/10/2021). Webinar via zoom yang  diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Dosen Vokasi UI, Dr Devie Rahmawati dan Content Creator, Nabila Gardena.

Menurut Meutya Hafid, di era revolusi industri 4.0, anak muda harus memanfaatkan enabler technology yang inovatifa dan menciptakan nilai tambah drone, artificial intelegence, big data analysis, cloud dan teknologi lainnya.

“Anak muda sebagai pemilik zaman harus menguasai berbagai pengetahuan baru yang berhubungan dengan internet, data dan algoritma, yang menjadi penentu umat manusia di masa mendatang,” ujarnya.

Ia mengatakan DPR terus mendorong pemerintah untuk mempercepat berbagai upaya dalam membangun literasi digital sehingga menjadi upaya perubahan kultur dan attitude masyarakat dalam percepatan transformasi digital.

Baca Juga:  Anggota DPR Ddorong Peningkatan Literasi Digital Bermuatan Pancasila

Sementara itu, akibat pandemi masyarakat Indonesia maupun dunia hidup menjadi manusia amphibi yang dapat hidup di dua dunia nyata dan maya, semua serba digital. Devie Rahmawati, dosen vokasi Universitas Indonesia menyebut, dunia digital seharusnya menjadi berkah bukan bencana bagi kita semua maka dari itu sebagai dasarnya membutuhkan etika yang mengatur perilaku baik dan buruk.

“Komunikasi menjadi penting ketika sedang berinteraksi di dua dunia itu. Sama halnya dengan dunia nyata pada dunia digital kunci kesuksesan hidup adalah komunikasi yang beradab dan bermartabat,” ujarnya.

Di tempat yang sama Content Creator, Nabila Gardena mengatakan media sosial saat ini bukan lagi sebagai media untuk bersosialisasi. Media sosial kata Nabila, malah sudah menjadi gaya hidup di masyarakat.

“Medsos sudah menjadi life style di masyarakat. Dulu orang cuma bisa beriklan di televisi atau media luar ruang seperti bilboard. Saat ini dengan adanya disrupsi teknologi, semua orang beralih ke medsos,” ujarnya.

Apalagi kata Nabila, media sosial punya banyak kelebihan seperti halnya mudah untuk melakuan promosi atau branding produk yang dijual dengan cost yang hemat dengan pendekatan soft marketing. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri
Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi
Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara
Komisi III Apresiasi Larangan Vape di Lingkungan Polri, Adang Daradjatun: Langkah Tegas Cegah Narkotika

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui

Selasa, 3 November 2026 - 16:35 WIB

Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIB

Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi

Selasa, 3 November 2026 - 07:37 WIB

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terbaru