Doa dan Dzikir Terbaik Jamaah Haji saat di Arafah

- Editor

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas di Masjidil Haram Tanah Suci Mekkah. (Foto: dok Harnasnews)

Aktivitas di Masjidil Haram Tanah Suci Mekkah. (Foto: dok Harnasnews)

HARI ARAFAH merupakan puncak ibadah haji. Bahkan Rasulullah SAW bersabda:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

“Haji itu adalah Arafah.” (HR Tirmidzi)

Hadis ini menegaskan bahwa waktu wukuf di Padang Arafah adalah saat paling agung dalam seluruh rangkaian manasik haji. Karena secara tidak langsung momentum di Arafah ini menjadi bagian inti dari haji itu sendiri.

Biasanya pada hari Arafah para jamaah haji berkumpul dalam keadaan tunduk, penuh harap, memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan tangisan taubat di hadapan Allah SWT.

Namun, di antara dzikir dan doa paling utama yang sangat dianjurkan dibaca ketika berada di Arafah adalah dzikir tauhid yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Dalam kitab Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaibah mencatat riwayat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah, disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:

أَكْثَرُ دُعَائِي وَدُعَاءِ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي بِعَرَفَةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Doa yang paling banyak aku panjatkan dan begitu juga para nabi sebelumku di Hari Arafah adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).”

Kelanjutan hadis ini disebutkan oleh Ibnu Abi Syaibah ada doa lainnya yang berbunyi sebagaimana berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا، اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسْوَاسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ، وَمِنْ شَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ

Baca Juga:  Waduh, Caleg Golkar Asal Jateng Ini Jadi Relawan Pasangan AMIN

“Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya pada pendengaranku, dan cahaya pada penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati yang buruk, dari kekacauan urusan, dan dari fitnah kubur.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang masuk pada malam hari, dari keburukan yang masuk pada siang hari, dari keburukan yang dibawa oleh hembusan angin, dan dari segala bencana serta malapetaka zaman.” (Al-Mushannaf [Madinah: Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam], juz 6, h. 84)

Dalam periwayatan yang berbeda namun substansinya sama, hadis tentang dzikir sebagaimana disebutkan di atas, dicatat juga oleh ath-Thabrani dalam Ad-Du‘a’, at-Tirmidzi dalam As-Sunan, dan Imam Malik dalam Al-Muwaththa’.

Adapun yang paling kuat riwayatnya adalah dzikir tauhid tersebut tanpa disertai doa. Menurut sebagian ulama, dzikir tauhid itu sendiri sudah mengandung doa.

Karena itu, dzikir yang dianjurkan untuk dibaca di Arafah, dianjurkan pula sebaiknya juga dibaca oleh siapa pun pada Hari Arafah di mana pun berada.

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jami‘ at-Tirmidi, Al-Mubarakfuri menyebutkan bahwa hadis terkait dzikir di Hari Arafah tersebut memiliki sanad yang hasan atau baik, bahkan juga ditegaskan dalam riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang para perawinya tsiqah.

Penjelasan ini semakin menegaskan bahwa dzikir tauhid tersebut memang sangat dianjurkan dibaca di Hari Arafah, khususnya oleh jamaah haji ketika sedang wukuf di Arafah.

Kiranya pada Hari Arafah, baik bagi kita semua untuk membaca dzikir dan doa di atas dengan hati yang hadir, penuh keyakinan, penuh harap, dan penuh ketundukan kepada Allah SWT.

Sumber: mui.or.id

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mahar Masuk Kampus: Rp1,12 Miliar dan Jalan Gelap di Pintu Masuk Unsoed
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Komunitas Epistemik Pancasila: Membebaskan Kita Dari Penjajahan Pemikiran Neoliberalisme
Andai Prabowo Jatuh dari Singgasana
Dinilai Sosok Humanis, Etos Indonesia Dukung Komjen Asep Edi Suheri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Jebakan Inklusi Ekonomi Pasar

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:02 WIB

IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Komunitas Epistemik Pancasila: Membebaskan Kita Dari Penjajahan Pemikiran Neoliberalisme

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Andai Prabowo Jatuh dari Singgasana

Berita Terbaru

Daerah

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:47 WIB