DPRD Kabupaten Bekasi Sorot IPAL di TPA Burangkeng: Bocor dan Desain Mirip IPAL Industri

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo

KAB. BEKASI, Mediakarya – Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang berlokasi di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (2/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, para wakil rakyat ini menemukan sejumlah fakta mengejutkan terkait proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau instalasi pengolahan air lindi dari sampah di kawasan TPA Burangkeng.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo, mengungkapkan bahwa infrastruktur IPAL yang dibangun justru lebih menyerupai sistem pengolahan limbah pabrik.

“Ini dominan mirip dengan IPAL industri. Nah, hal ini yang perlu saya kaji lebih dalam. Saya berencana meminta waktu satu kali lagi di komisi untuk berdiskusi langsung dengan tim konsultan perencananya. Mengapa model seperti ini yang dipilih dan dibuat?” ujar Ombi.

Ketika disinggung terkait adanya kesalahan pembuatan Detail Engineering Design (DED) IPAL tersebut, Ombi mengatakan pihaknya akan memanggil konsultannya. “Nah ini perencanaannya. Makanya kita mau panggil konsultannya,” tegasnya.

Baca Juga:  Gerai Vaksin Presisi, Petugas Sulit Jaring Peserta

Selain itu, Ombi juga menyoroti temuan fatal berupa kebocoran pada infrastruktur IPAL. Kebocoran ini terlihat jelas secara kasatmata saat fasilitas IPAL dioperasikan langsung di sela-sela kunjungan lapangan.

“Ini banyak yang bocor. Saya juga mungkin nanti perlu untuk [meminta] klarifikasi kepada pihak pelaksananya,” tegas Ombi.

Di samping itu, Ombi juga mempertanyakan kredibilitas dan rekam jejak pihak kontraktor yang memenangkan proyek pembangunan IPAL tersebut.

“Saya hanya ingin tahu, apakah pihak pelaksana ini memang kompeten? Dalam artian, apakah spesifikasi keahlian mereka memang sering membangun infrastruktur seperti ini, atau justru baru pertama kali? Ini yang perlu dikroscek ulang,” ujar Ombi.

Dia juga mengingatkan kepada dinas terkait agar lebih selektif dalam memilih mitra kerja dalam proyek-proyek strategis daerah. “Artinya, Dinas Cipta Karya [dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi) selaku pengguna anggaran juga harus lebih hati-hati. Kami mau lihat juga kenapa pihak ini yang ditunjuk sebagai kontraktornya,” tutup Ombi. (Supri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Kemayoran
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Resmi Jadi Bos Kebon Sirih, Suhud Langsung Tancap Gas
Pemkot Bekasi Akan Tindak Tegas ASN Nakal Yang Ganti Plat Dinas Dengan Plat Pribadi
HUT ke-47 Tahun, Bintaro Jaya Gelar 10K Run for Education Berhasil Kumpulkan Donasi Rp245 Juta
Ditpolairud Polda Metro Jaya Ungkap Ribuan Obat Keras Di Muara Baru
Pemeliharaan Gardu Listrik Tanpa Padam, PLN Jaga Pasokan Air Bersih PAM Jaya
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42 WIB

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:37 WIB

PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Kemayoran

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Senin, 8 Juni 2026 - 14:15 WIB

Resmi Jadi Bos Kebon Sirih, Suhud Langsung Tancap Gas

Senin, 8 Juni 2026 - 12:25 WIB

Pemkot Bekasi Akan Tindak Tegas ASN Nakal Yang Ganti Plat Dinas Dengan Plat Pribadi

Berita Terbaru