JAKARTA, Mediakarya – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan warga yang ikut program Mudik Gratis mengajak kerabat atau kawan saat balik ke Jakarta pasca Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2025.
Menurut Pramono, Jakarta terbuka bagi siapapun. Sehingga, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menggelar Operasi Yustisi bagi pendatang baru.
Hal ini dikatakan Pramono saat melepas program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta di Monas, Jakarta Pusat pada Kamis, 27 Maret 2025.
“Tetapi Bagi siapapun yang ingin Mengadu nasib di Jakarta, yang pertama dia harus punya kemampuan untuk mengadu nasib di Jakarta. Karena hidup di Jakarta Berbeda dengan di daerah-daerah,” katanya.
Ketua umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ), Amos Hutauruk mendukung kebijakan gubernur Pramono tersebut. Amos menyambut baik pemuda-pemudi Indonesia yang baru merantau ke Ibukota Jakarta.
“Selamat belajar dan berkarya untuk para siswa dan mahasiswa, selamat bekerja untuk para pencari nafkah,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (5/4/2025).
Menurut Amos, Jakarta merupakan kota metropolitan yang membutuhkan inovasi untuk terus berkembang dalam banyak hal.
“Teknologi, perbankan hingga media membutuhkan inovator yang fresh graduate dapat bersaing dengan para pelancong warga negara asing yang mencari nafkah di Indonesia,” ujarnya lagi.
Kata Amos, penerus bangsa ada ditangan pemuda-pemudi yang mempunyai mimpi besar, membangun menuju Indonesia Emas 2045.
“Untuk itu jangan sia-sia kan masa muda hanya bermain game (Permainan di HP) menghabiskan waktu, memboroskan uang orangtua saja,” ungkap Amos.
“Bila sampai di Jakarta, saya sarankan mesti banyak belajar, belajar dan belajar, karena Jakarta kota yang penuh kepastian ketrampilan. Semua lini aspek pekerjaan di Jakarta, pastinya yang di tanyakan nanti keahliannya apa? Itu sangat wajar dan lumrah untuk pelaku usaha dijakarta, karena mereka mau saling menguntungkan dalam berusaha,” pungkasnya. (dri)











