Ekonomi Kreatif Diposisikan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan, Daerah Jadi Kunci

- Editor

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Prasasti Insights bersama kementerian ekonomi Kreatif membahas pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia

Forum Prasasti Insights bersama kementerian ekonomi Kreatif membahas pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia

JAKARTA, Mediakarya – Sektor ekonomi kreatif kian diposisikan sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional di tengah upaya Indonesia menjaga momentum menuju target pertumbuhan 8 persen. Dengan kekuatan budaya, basis talenta muda, serta dukungan transformasi digital, ekonomi kreatif dinilai mampu menjadi penopang utama transformasi ekonomi Indonesia ke depan.

Pandangan tersebut mengemuka dalam forum Prasasti Insights yang digelar Prasasti Center for Policy Studies bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah, menilai ekonomi kreatif Indonesia memiliki keunggulan struktural yang sulit ditiru negara lain. Kekayaan budaya yang orisinal dan kreativitas berbasis keragaman menjadi diferensiasi utama di tengah persaingan global.

“Indonesia memiliki modal yang tidak mudah direplikasi, yakni kekayaan budaya yang orisinal serta kreativitas yang tumbuh dari keragaman. Ini menjadi basis penting bagi ekonomi kreatif untuk membuka peluang pertumbuhan nasional,” ujar Burhanuddin.

Kinerja sektor ini juga tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat tumbuh 5,69 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Nilai ekspor ekonomi kreatif telah mencapai US$12,89 miliar, melebihi target 2025, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 27,4 juta orang hingga November 2025.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pengembangan ekonomi kreatif harus dimulai dari daerah. Menurutnya, potensi terbesar justru berada pada kekayaan budaya lokal dan ekosistem kreatif yang tumbuh di berbagai wilayah.

“Tambang baru Indonesia itu ekonomi kreatif dari masing-masing daerah. Kekuatan budaya, generasi muda digital native, dan transformasi digital menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Teuku Riefky.

Baca Juga:  BPKN RI Dukung Penuh Perpres Perlindungan Pekerja Ojol

Melalui program Asta Ekraf, pemerintah mendorong penguatan talenta kreatif lintas subsektor melalui pelatihan, perluasan akses pasar, serta dukungan pendanaan. Upaya ini ditujukan agar pelaku ekonomi kreatif mampu naik kelas dari lokal ke nasional hingga global.

Executive Director Prasasti, Nila Marita, menambahkan bahwa penguatan ekonomi kreatif membutuhkan ruang dialog kebijakan yang inklusif dan terstruktur. Ia menilai Prasasti Insights menjadi fondasi awal untuk menyelaraskan perspektif pemangku kepentingan.

“Kekuatan ekonomi kreatif nasional berakar pada keragaman lokal, talenta daerah, dan ekosistem kreatif di berbagai wilayah. Konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci,” ujar Nila.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menilai pertumbuhan ekonomi kreatif sejalan dengan kemajuan teknologi digital dan perubahan struktur demografi. Saat ini, kontribusi terbesar masih berasal dari subsektor kuliner, fesyen, dan kriya.

Namun, ia menilai subsektor bernilai tambah tinggi seperti film dan musik memiliki potensi besar, terutama dengan semakin kuatnya peran platform digital dan layanan over-the-top (OTT).

“Penguatan subsektor ini penting agar struktur ekonomi kreatif semakin seimbang dan berdaya saing,” ujar Nailul.

Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui sinkronisasi kebijakan lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian UMKM, serta Kementerian Pariwisata. Langkah ini dilakukan agar ekonomi kreatif berkembang sebagai bagian integral dari ekosistem ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan berbasis daerah. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kebocoran Devisa Terbongkar: Mengubah Peta Hubungan RI-Singapura 
Kepala KSP Pimpin Peluncuran Buku dan Diskusi UU Perekonomian Nasional
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira
DPD LPKAN Jawa Timur Dukung Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Rokok Ilegal
IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria
Jokowi dan Bahlil Dituding Pihak Paling Bertanggungjawab Dalam Kasus Pulau Rempang
Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Husein Salim Resmi Jabat Ketum PAW BPN Aptaksindo

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Kebocoran Devisa Terbongkar: Mengubah Peta Hubungan RI-Singapura 

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:38 WIB

PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:19 WIB

DPD LPKAN Jawa Timur Dukung Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Rokok Ilegal

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:21 WIB

IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:43 WIB

Jokowi dan Bahlil Dituding Pihak Paling Bertanggungjawab Dalam Kasus Pulau Rempang

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Ekonomi & Bisnis

Kebocoran Devisa Terbongkar: Mengubah Peta Hubungan RI-Singapura 

Selasa, 4 Agu 2026 - 21:55 WIB

Warga berunjuk rasa di Kantor Kepala Desa Burangkeng dan mendesak BPD bertindak tegas terhadap Panitia Pilkades yang dinilai bekerja tidak profesional.

Daerah

BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga

Selasa, 4 Agu 2026 - 21:45 WIB