ETOS Indonesia Mendukung Jika Sumber Harta Kekayaan Seluruh Anggota Polri Diaudit

- Penulis

Minggu, 16 Oktober 2022 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah mendukung upaya Kapolri untuk bersih-bersih Institusinya.

Hal tersebut menyusul penetapan tersangka mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Teddy Minahasa yang diduga terlibat penjualan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 5 kg.

Menurut Iskandar, penegakkan hukum di Indonesia saat ini seperti menyapu dengan sapu yang kotor. Oleh karena itu, diperlukan polisi yang bersih dari mental koruptif.

“Upaya Kapolri patut diapresiasi. Dimana institusi Polri tengah menjadi perhatian publik. Dan ini pun bukan perkara mudah. Butuh keberanian, keyakinan, ketekunan dari pucuk pimpunan Polri itu sendiri, dan pastinya perlu dukungan masyarakat Indonesia,” ujar Iskandar kepada wartawan, Minggu (16/10/2022).

Iskandar mengatakan, ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam mereformasi institusinya bukan perkara mudah. Dan hal itu, kata dia, bakal menjadi catatan dalam sejarah negeri ini. Untuk itu Kapolri tidak perlu ragu, sebab rakyat sangat mendukungnya.

“Secara pribadi saya pun mendukung Kapolri melakukan itu, tapi dengan catatan harus serius dan fokus. Sebab ini merupakan PR besar bagi Pak Listyo, dan ikhtiar beliau nantinya akan menjadi catatan sejarah bagi bangsa ini,” tandasnya.

Sebab, peristiwa demi peristiwa sudah membawa institusi Polri pada fase terendah dengan tingkat kepercayaan publik tak lebih dari 10%.

“Ini sangat memprihatinkan. Kita sebagai masyarakat wajib membantu, karena Polri adalah bagian dari bangsa dan rakyat ini,” katanya.

Baca Juga:  Emil: Kehadiran Komplek Petrokimia Pertamina harus Dibarengi SDM Lokal

Kata Iskandar, sejumlah peristiwa yang melibatkan anggota Polri menjadi preseden buruk pada publik.
Rakyat hari ini memandang Polri sebelah mata. Kendati demikian, untuk memperbaiki institusi yang bobrok tersebut tidak ada kata terlambat.

“Namun kami sangat yakin pak Kapolri mampu mengatasi itu semua,” ujar Iskandar.

Iskandar juga mengimbau kepada seluruh anggota Polri untuk lebih mawas diri, tidak arogan, rendah hati dan jangan terlalu sering menyakiti hati rakyat.

Menurut Iskandar, imbauan Presiden Joko Widodo agar anggota Polri tidak bergaya hidup yang hedonis itu sudah tepat.

Sebab kata Iskandar, apa yang disampaikan Presiden itu bukan tanpa alasan. Pastinya Jokowi sudah mengetahui besaran gaji yang diterima bagi para perwira polisi.

“Tapi faktanya kehidupan polisi sangat hedonis. Berbanding terbalik dengan anggota TNI. Ini tentunya jadi catatan bagi Presiden Jokowi,” katanya.

Namun demikian, lanjut Iskandar, imbauan itu belum cukup. Kapolri perlu menggandeng tim independen untuk melakukan audit seluruh harta kekayaan anggota Polri.

“Misal, saat dinyatakan lulus jadi anggota Polri harta kekayaannya berapa. Kemudian gaji yang diterima selama menjadi anggota Polri berapa. Nah jika harta kekayaan yang dimilikinya melebihi dari pendapatan gaji yang diterimanya maka tim audit perlu mempertanyakan dari mana sumbernya. Sebenarnya ini perkara mudah jika Kapori serius untuk bersih-bersih,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Satgas Operasi Damai Cartenz Amankan Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya
Dimita Uji Coba Selama 60 Hari, LPKAN Dukung Program SIM Digital Nasional Mabes Polri
Dari Pra Bowo ke Paska Bowo
Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir
Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah
Terdakwa Kasus Dugaan Penculikan Anak Kandung Divonis 5 Bulan, JE Segera Hirup Udara Bebas
Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus
Polres Nias Selatan Masih Selidiki Pembakaran Base Camp PT GRUTI dan PT NAULI
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:53 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz Amankan Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:07 WIB

Dimita Uji Coba Selama 60 Hari, LPKAN Dukung Program SIM Digital Nasional Mabes Polri

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:29 WIB

Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:14 WIB

Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Debt Collector Tak Bisa Lagi Teror Nasabah

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto (Ist)

Headline

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB