JAKARTA, Mediakarya – Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung buka suara terkait isu yang menyeret nama Menteri ATR/BPN yang juga kader Golkar, Nusron Wahid.
Dalam program Ngobrol Bareng Tribunnews, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, setiap warga negara yang merasa tidak melakukan pelanggaran seharusnya kooperatif jika dipanggil aparat penegak hukum.
“Nusron itu sahabat, saya kira kalau memang dia merasa tidak pernah melakukan apa-apa atau melanggar apa-apa ya kalau dipanggil (KPK) ya seharunya datang saja,” ujar Doli sebagaimana dikutip Mediakarya, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, sikap kooperatif sebagai warga negara yang baik justru akan mencegah munculnya spekulasi liar di ruang publik.
“Sebagai warga negara yang baik ya kalau dipanggil ya datang saja gitu kan. Supaya ya tidak orang menimbulkan spekulasi bermacam-macam gitu,” katanya.
Ia menekankan, persoalan ini bukan sekadar menyangkut nama baik Nusron Wahid secara pribadi, melainkan juga menyangkut nama baik Partai Golkar dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Karena ini juga akan menyangkut bukan menyangkut soal nama baik teman saya sendiri ini kan akan menyangkut nama baik kami, kita semua di Partai Golkar,” tegasnya.
“Menyangkut dengan nama baik pemerintahan Pak Prabowo yang memang jargonnya kan kita akan berantas korupsi gitu ya. Kita kerja sampai ke Antartika,” imbuh dia.
Pernyataan Doli sekaligus menjadi penegasan sikap Golkar yang mendukung penuh agenda pemberantasan korupsi yang diusung pemerintahan Prabowo-Gibran, serta mendorong setiap kader untuk taat hukum. (Egy)










