Beranda / Megapolitan / HUT DKI ke 496 Tahun, Haji Rasyidi Ingatkan Konsep Suitanable Development

HUT DKI ke 496 Tahun, Haji Rasyidi Ingatkan Konsep Suitanable Development

JAKARTA, Media Karya – Kota Jakarta akan berusia 496 tahun 22 Juni mendatang.Konsep suitanable development atau pembangunan berkelanjutan menjadi kata kunci bagi Gubernur yang memimpin.

“Kata kuncinya ada suitanable development atau pembangunan berkelanjutan dimana pembangunan yang memenuhi kebutuhan hidup masa sekarang dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan hidup generasi mendatang,” ujar anggota DPRD DKI Haji Rasyidi saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (26/5).

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini mencontohkan suistanable development yang sudah dilakukan Jokowi-Ahok saat menjadi gubernur DKI Jakarta

“Seperti pengerukan kali, pembangunan sodetan Ciliwung, pembangunan RPTRA, penataan kota dan sebagainya. Ini harus diteruskan oleh gubernur setelah mereka,” bebernya.

Namun menurut wakil ketua komisi C DPRD DKI ini program-program yang sudah dilakukan Jokowi-Ahok saat menjabat Gubernur DKI tidak dilanjutkan oleh Anies Baswedan saat menjabat Gubernur.

“Akibatnya banyak program-program yang terhenti dan suitanable development tidak berjalan,” ungkapnya.

Memasuki usia ke 496 tahun, lanjut politisi dapil Jakarta Timur ini suistanable development di Pemprov DKI kembali dilakukan.

“Saya optimis dikepemimpinan PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono pembangunan berkelanjutan kembali terwujud. Normalisasi sungai kembali dikebut, sodetan Ciliwung dituntaskan hingga memperbanyak taman bagi warga,” urainya.

Terkait posisi Jakarta yang pasca tidak menjadi ibukota, menurut loyalis Megawati Soekarnoputri ini tidak menjadi masalah.

“Saya rasa tidak menjadi masalah. Kita bisa mengambil contoh ibukota negara Amerika Serikat dari New York pindah ke Washington DC. Kemudian New York menjadi kota bisnis. Begitu juga ibukota negara Malaysia dari Kuala Lumpur yang pindah ke Putra Jaya,” ujarnya lagi

Jadi lanjut Rasyidi, pasaxa ibukota negara pindah dari Jakarta ke Kalimantan, kemungkina besar Jakarta akan menjadi kota bisnis.

“Saat ini kan sedang digodok RUU Kekhususan Jakarta pasca tidak lagi menjadi ibukota,” ungkapnya. (dri)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *