Beranda / Nasional / Inilah Profil Ahmad Sahroni: dari Tukang Semir Sepatu, Sopir hingga Menjadi Pimpinan Komisi di DPR RI dan Kini Banyak Dicari Orang

Inilah Profil Ahmad Sahroni: dari Tukang Semir Sepatu, Sopir hingga Menjadi Pimpinan Komisi di DPR RI dan Kini Banyak Dicari Orang

JAKARTA, Mediakarya – Salah satu nama yang menjadi sorotan belakangan ini adalah Ahmad Sahroni. Dikenal sebagai crazy rich dari Tanjung Priok, pria berambut cepak ini juga adalah politikus Partai Nasdem.

Dia juga lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 lalu dan ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI — sebelum akhirnya dimutasi jadi anggota biasa.

Bagaimana perjalanan karier Ahmad Sahroni, si crazy rich dari Tanjung Priok itu?

Sahroni menjadi sorotan terutama ketika membuat komentar yang sembrono. Dia bilang bahwa mereka yang menyerukan pembubaran DPR sebagai orang tolol sedunia. Tak pelak, pernyataan itu menuai kritik dari berbagai kalangan.

“Catat,” katanya ketika kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada Jumat (22/8), “Orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak, bodoh semua kita.”

Sahroni lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pad 8 Agustus 1977, dari keluarga yang sederhana. Dia memulai semuanya dari nol. Beberapa pekerjaan yang pernah dilakukan Sahroni di antaranya adalah menjadi tukang semir sepatu. Dia juga pernah menjadi sopir antar-jemput anak sekolah.

Sahroni juga pernah bekerja sebagai sopir di perusahaan yang bergerak di bidang pengisian bahan bakar minyak juga sebagai tukang cuci di kapal pesiar asing.

Dari sopir inilah karier Sahroni merangkak naik. Setelah jadi sopir, Sahroni bekerja Staf Operasional dan menjadi Kepala Operasional di PT. Millenium Inti Samudra pada 2001. Setahun kemudian dia diangkat menjadi Direktur Operasional di perusahaan tersebut.

Dari situlah kariernya berkembang pesat. Dia memulai beberapa bisnis. Menjadi direktur utama di PT. Sagakos Intec, Direktur Utama PT. Ekasamudra Lima, dan PT. Ruwanda Satya Abadi. Tak hanya menjadi pengusaha, Sahroni juga terjun ke dunia politik.

Pada 2013, Sahroni bergabung dengan Partai Nasdem. Dia berhasil menjadi anggota DPR sejak 2014 mewakili daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III.

Pada periode 2014-2019, Sahroni menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III yang menangani bidang hukum, HAM, dan keamanan. Sedangkan di Partai Nasdem, Ahmad Sahroni dipercaya Surya Paloh menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Nasdem sejak 2019 hingga kini

Ini detail karier Sahroni

– Sopir di PT Niaga Gemilang Samudera (1998-1999)

Sopir di PT Millenium Inti Samudera (1999-2000)

– Staff Operasional di PT Millenium Inti Samudera (2001)

– Kepala Operasional di PT Millenium Inti Samudera (2002-2003)

– Direktur Utama di PT Sagakos Intec (2003-2005)

– Direktur Operasional di PT Sagakos Intec (2003)

– Direktur Utama di PT Ekasamudera Lima (2005-2014)

– Direktur Utama di PT Ruwanda Satya Abadi (2008-2013).

Dikenal sebagai cray rich Tanjung Priok

Orang-orang mengenal Sahroni sebagai crazy rich Tanjung Priok. Di rumahnya banyak mobil mewah. Mengutip Kompas.com, total kekayaan Sahroni adalah, berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024 yang dilaporkan pada 21 Februari 2025, Sahroni memiliki total kekayaan sebesar Rp328.914.784.272 (Rp328,9 miliar). Kekayaan terbesarnya berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp139.589.309.000.

Sahroni memiliki 19 tanah dan/atau bangunan yang terletak di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Badung. Dia juga memiliki 28 alat transportasi dan/atau mesin senilai Rp38.132.000.000.

Seperti ini rinciannya:

-Mobil Toyota Fortuner 27SRZ tahun 2017, hasil sendiri Rp 485.000.000

– Mobil Ferrari 366 tahun 2012, hasil sendiri Rp 2.500.000.000

– Mobil BMW 1.8 tahun 2017, hasil sendiri Rp 2.650.000.000

– Mobil Porsche 9E3 RS tahun 2016, hasil sendiri Rp 6.600.000.000

– Motor Yamaha Sport tahun 2016, hasil sendiri Rp 840.000.000

– Mobil Honda Civic tahun 1989, hasil sendiri Rp 45.000.000

– Mobil Mercedes Benz E320 tahun 1986, hasil sendiri Rp 70.000.000

– Mobil Tesla X75D tahun 2018, hasil sendiri Rp 2.800.000.000

– Mobil Mercedes Benz 280E tahun 1986, hasil sendiri Rp 35.000.000

Mobil Honda Odyssey tahun 2007, hasil sendiri Rp 120.000.000

– Mobil Honda Civic LX tahun 1990, hasil sendiri Rp 30.000.000

– Mobil Mercedes Benz 420 Eagle SEL tahun 1986, hasil sendiri Rp 150.000.000

– Mobil Toyota Crown Royal 3.0 AT tahun 2005, hasil sendiri Rp 160.000.000

– Mobil Mustang Sedan tahun 1967, hasil sendiri Rp 150.000.000

– Mobil Volkswagen Beetle tahun 1963, hasil sendiri Rp 100.000.000

– Mobil Mercedes-Benz SL 190B tahun 1957, hasil sendiri Rp 250.000.000

– Mobil Mercedes-Benz 560 SEL tahun 1990, hasil sendiri Rp 250.000.000

– Mobil Suzuki Jimny tahun 2020, hasil sendiri Rp 325.000.000

Mobil Mustang Fastback tahun 1967, hasil sendiri Rp 190.000.000

– Mobil Daewoo Cielo tahun 1997, hasil sendiri Rp 125.000.000

– Mobil Bentley tahun 1997, hasil sendiri Rp 255.000.000

– Motor Vespa Primavera tahun 2020, hasil sendiri Rp 57.000.000

– Motor Vespa Primavera tahun 2018, hasil sendiri Rp 55.000.000

– Motor Vespa Kongo 1963 tahun 1963, hasil sendiri Rp 30.000.000

– Motor Harley Davidson Road Glide tahun 2022, hasil sendiri Rp 1.660.000.000

– Mobil Honda Estilo tahun 1997, hasil sendiri Rp 200.000.000

– Mobil Porsche 911 Sport Classic tahun 2016, hasil sendiri Rp 14.000.000.000

– Mobil Tesla Cybertruck tahun 2024, hasil sendiri Rp 4.000.000.000

Sahroni juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp107.733.500.000, surat berharga senilaiRp 60.000.000, dan kas dan setara kas senilai Rp78.357.375.541. (eka)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *