Jelang Pilkada Serentak, Akankah Kader PDIP Bakal Ditinggal Konstituennya?

- Editor

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KPU

Gedung KPU

JAKARTA, Mediakarya – Agenda perhelatan Pilkada Kota Bekasi semakin mengerucut. Dari sederet kandidat yang dikabarkan ikut maju sebagai bakal calon Wali Kota, baru politisi PKS Heri Koswara yang sudah menyatakan diri telah mendapatkan calon pendampingnya yakni Solihin politisi PPP.

Sementara , DPP PDIP sendiri hingga saat ini belum juga mengeluarkan surat rekomendasi kepada kadernya yang ikut dalam kontestasi pada pilkada Kota Bekasi. Meski kubu Tri Adhianto mengklaim bakal mendapatkan restu dari DPP, namun suara akar rumput belum bulat mendukungnya.

Di sisi lain, di tengah memanasnya suhu politik di Kota Bekasi,muncul rumor jika DPP memberikan rekom terhadap Tri Adhianto maka ribuan kader banteng moncong putih itu mengancam bakal keluar dari partai yang saat ini digawangi oleh Megawati Soekarnoputri menyusul dengan hengkangnya ribuan kader PDIP Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Subang.

Analis politik Yusuf Blegur memprediksi jika DPP PDIP memberikan rekomendasi pada Tri Adhianto maju sebagai bakal calon Wali Kota, PDIP terancam gigit jari tak memiliki calon yang diusungnya untuk mengikuti kontestasi pilkada Kota Bekasi.

Pasalnya sosok Tri Adhianto susah dijual meski PDIP memiliki 9 kursi di parlemen dan hanya butuh 2 kursi untuk meloloskan kadernya mengikuti Pilkada kota Bekasi.

Tri yang sejak awal digadang-gadang oleh PDIP terutama melalui sekjen PDIP Hasto Kristianto menjadi bakal calon Wali Kota Bekasi. Hingga injury time pendaftaran calon Wali Kota Bekasi di KPU, Tri Adhianto tak juga mendapatkan bakal calon calon pendampingnya.

“Jika demikian maka Tri terancam tak ada yang mendukungnya dan PDIP ditinggal sendiri gagal mengusung kadernya mengikuti kontestasi pilkada kota Bekasi tahun 2024,” ungkap Yusuf yang juga mantan Ketua Presidium GMNI ini seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Sabu (10/8/2024).

Baca Juga:  Wamenkumham Eddy Hiariej Penuhi Undangan Klarifikasi KPK

Menurut dia, jika Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terus memaksakan Tri Adhianto sebagai Cawalkot Bekasi, dikhawatirkan akan merugikan PDIP Kota Bekasi.

Bukan hanya kader PDIP yang kehilangan aspirasi politiknya melainkan masyarakat Kota Bekasi gagal memiliki pemimpin potensial dan berkarakter yang sebenarnya dari PDIP.

“Sebab Tri Adhianto sudah terbentuk dalam opini publik sebagai bakal calon Wali Kota yang dengan berbagai isu miring yang akhir-akhir ini menimpanya,” ujar Yusuf.

Oleh karenanya, Yusuf menyarankan agar DPP PDIP bisa lebih rasional dan realistis mengambil sikap terhadap konstelasi Pilkada Kota Bekasi yang berkembang.

“Sebab PDIP masih memiliki kader lain yang tangguh dan kompetitif yang mumpuni di Kota Bekasi. Sebut saja Mochtar Mohamad, pemimpin yang punya legacy kuat baik untuk PDIP maupun masyarakat Wali Kota Bekasi,” katanya.

Jika dilihat realitas politiknya, saat ini Heri Koswara dan Solihin dinilai sebagai pasangan bakal calon Wali Kota dan calon wakil Wali Kota dari PKS dan PPP yang paling siap mengikuti pilkada Kota Bekasi

“Namun jika di injury time DPP PDIP memberikan rekomendasi kepada Mochtar Mohamad, maka bisa dipastikan akan berubah konstelasi dan konfigurasi politik dalam atmosfer Pilkada Kota Bekasi,” sebut dia.

Untuk itu, dia berpendapat bahwa PDIP tak punya pilihan lain selain mengusung Mochtar Mohamad dan siapapun pasangannya untuk mengimbangi  pasangan Heri Koswara dan Solihin. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
RUU Penyiaran Diharapkan Tidak Batasi Kreativitas Para Kreator Digital
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Nias Selatan Gelar Open Turnamen Tenis Meja Ganda Putra
Resah Asap Pabrik, Warga Burangkeng Geruduk CV Energi Bio Pelangi
Penyaluran Bansos Dikeluhkan, SGY Minta Pemerintah Tak Kaku Gunakan Desil

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:22 WIB

RUU Penyiaran Diharapkan Tidak Batasi Kreativitas Para Kreator Digital

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:02 WIB

IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra

Berita Terbaru

Daerah

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:47 WIB

Hukum

Kapolri: Menitipkan Pesan Sebelum Berpisah

Sabtu, 22 Agu 2026 - 08:40 WIB