JITEX 2024, Produk UMKM Dari NTT Sukses Sedot Animo Pengunjung

- Editor

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SME Expo (JITEX) 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tanggal 7 – 11 Agustus terpantau ramai oleh pengunjung yang antusias melihat pameran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai negara dan provinsi di Indonesia, salah satunya Nusa Tenggara Timur (NTT).

Booth UMKM dari NTT menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat. Terdapat tiga produk asal pulau komodo tersebut yang nampak terpajang dengan estetik. Antara lain kaos motif tenunan NTT, Padu Padan Tenun dan Handicraft hasil karya putra daerah.

“Para pengunjung sangat antusias mengunjungi booth NTT, bahkan paling ramai dari booth provinsi Lain. Produk yang tersedia di booth NTT ini berbagai macam hasil dari tenunan seperti tas, aksesoris, bandana, fashion dan lain-lain,” ujar pemilik kaos motif tenunan NTT, Maya Bolla di lokasi pameran, Sabtu (10/8/2024).

Maya menyampaikan bahwa yang paling banyak dicari oleh pengunjung di booth NTT adalah tas dan modifikasi kaos yang memakai tenunan. Dengan adanya JITEX 2024 ini, Maya mengaku sangat bersyukur lantaran selain bisa memperkenalkan produk dari NTT, event ini juga dapat menjadikan produk UMKM lebih baik dan maju.

Baca Juga:  Dilantik Jadi Ketua Kamajaya Business Club, Fransiscus Go Dorong Inovasi Usaha Anggota

“Semoga acara ini tidak berhenti di sini, menjadikan UMKM kita naik kelas, tidak hanya hadir di level nasional, saya berharap sampai ke kancah internasional, karena produk kita kemarin dibeli untuk dibawa ke luar negeri,” kata Maya.

Tokoh masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiscus Go menyatakan dukungan penuh untuk mendorong UMKM NTT agar dapat bersaing di tingkat nasional, hingga Internasional. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci terwujudnya UMKM yang kokoh, serta mampu menopang ekonomi Indonesia.

“Dalam sepekan ini saya melihat kesungguhan saudara-saudara kita yang dari NTT terus mempromosikan produk hasil karya putra daerah. Kemarin di 8 Agustus ada pameran busana bertema Tabu Ije To Kōsaten yang berarti Sebuah Persimpangan Waktu dan Tradisi, di Taman Ismali Marzuki, Cikini,” kata Frans.

“Kemudian dari NTT ada juga ikut pameran JITEX 2024 di JCC Senayan yang dimana itu di ikuti oleh banyak provinsi, bahkan dari luar negeri juga ada. Artinya keseriusan teman-teman NTT untuk meningkatkan kualitas ekonomi dan mengharumkan nama daerahnya, itu harus kita support, kita apresiasi,” pungkas Frans. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum
Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi
Pengamat Ekonomi: Kasus Oplos Beras SPHP Bukan Soal 600 Ton, Tapi Soal Bobolnya Rantai Subsidi Negara
Bola Panas Dumas Pajak PT BCI di Banyuwangi Kini di Tangan Dirjen Pajak: Sudah Diterima Tiga Pintu, Tinggal Ditelaah
Tawar Menawar Antara Siswa SMP Dan Pedagang Pasar Tradisional
BPKN Dukung Pembalut Bebas PPN

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Senin, 2 November 2026 - 07:28 WIB

Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengamat Ekonomi: Kasus Oplos Beras SPHP Bukan Soal 600 Ton, Tapi Soal Bobolnya Rantai Subsidi Negara

Berita Terbaru