Kasus Tewasnya Brigadir J Jadi Tantangan bagi Polri

- Penulis

Kamis, 28 Juli 2022 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah menghargai upaya Polri dalam mengungkap kasus tewasnya Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Hal tersebut dikatakan Iskandar menanggapi autopsi ulang jenazah almarhum Brigadir J.  Kendati demikian, kata dia, integritas tim bentukan Kapolri dalam mengungkap kasus tersebut, di antaranya hasil autopsi itu menjadi tolak ukur kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian.

“Hasil yang akuntabel akan menjadi kepercayan publik yang besar terhadap Polri. Namun demikian jika sebaliknya apabila tidak rasional dan banyak hal yang ditutup-tutupi maka Polri akan mengenang sejarah lama sebagai lembaga yang tidak dipercaya publik,” kata Iskandar kepada Mediakarya, Kamis (28/7/2022).

Untuk itu, Etos Indonesia meminta pada Kapolri untuk memberikan penegasan kepada bawahannya agar tetap menjaga integritasnya.

“Kami berharap Polri di bawah kepemimpinan Jendral Listyo Sigit bisa memulihkan kepercayaan publik negeri ini. Apakah Polri akan menjalankan perintah presiden untuk mengusut kasus tersebut terang benderang atau akan abu-abu. Mari kita sama-sama simak dan lihat hasilnya seperti apa nanti,” tegas Iskandar.

Baca Juga:  Etos Indonesia: Kasus Yang Menjerat Hasto Harus Menjadi Momentum PDIP untuk Berbenah

Iskandar mengutarakan, sebetulnya kasus tersebut bukanlah hal yang berat bila Polri jujur dalam mengungkap fakta. Hanya saja lantaran tewasnya Brigadir J itu TKP-nya di kediaman Kadiv Propam sehingga intrik itu mulai muncul.

Menurutnya, kasus tersebut seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi institusi polri bila dapat mengungkap dengan terang benderang. Selain itu kasus itu sekaligus menjadi cobaan berat bagi Kapolri.

“Dan di sinilah Polri akan dituntut sikap profesionalisme  dan independennya di hadapan jutaan rakyat Indonesia. Sebab kasus itu sudah seperti etalase,” katanya.

Namun demikian, Iskandar mengajak masyarakat agar tidak berasumsi liar terhadap kasus tewasnya Brigadir J. Biarlah kita percayakan kepada senior-senior polri yang ditunjuk oleh Jenderal Listyo Sigit untuk mengungkap kasus itu secara terang benderang,” tutupnya.  ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan
Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum
Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik
Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun
Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh Pesantren, Ini Syaratnya
Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP
Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:54 WIB

Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53 WIB

Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:15 WIB

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:26 WIB

Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun

Berita Terbaru

Dokumentasi pelantikan Pengurus Pusat AMPG Periode 2024-2029 (foto; dok. Mediakarya

Megapolitan

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Ilustrasi  (Foto: Istimewa)

Opini

Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53 WIB