Beranda / Nasional / Kemenkes Ungkap Data Terbaru Kasus Omicron di RI

Kemenkes Ungkap Data Terbaru Kasus Omicron di RI

JAKARTA, Mediakarya – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan telah ditemukan 5.227 kasus Omicron di Indonesia. Dari data tersebut, lebih dari 3.200 kasus merupakan transmisi lokal.

“Di mana 1.879 itu adalah kasus PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri), dan kalau kita lihat 3.200-an adalah transmisi lokal yang terjadi,” jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (22/2).

Nadia menegaskan, tidak semua kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dilanjutkan dengan Whole Genome Sequencing (WGS). Pemeriksaan kasus Covid-19 dengan varian Omicron hanya dilakukan secara acak.

“Penemuan kasus varian ini diberlakukan hanya secara sampel acak, yang diambil dari kasus positif untuk menentukan dari sampel acak tadi berapa banyak dan jenis apa saja varian yang beredar,” terangnya.

Data Kementerian Kesehatan hari ini pukul 12.00 WIB, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 5.289.414. Tercatat 4.593.185 kasus di antaranya sudah sembuh, 146.798 meninggal dunia, dan 549.431 masih menjalani perawatan.

Dikutip dari merdeka, Nadia mencatat, ada 2.484 pasien meninggal dunia selama varian Omicron merebak di Indonesia. Sebanyak 73 persen dari kasus meninggal belum divaksin lengkap dan 27 persen sudah divaksin lengkap.

“Kalau kita melihat data ini, dari kasus meninggal dunia 73 persen belum divaksin lengkap. Baik sama sekali belum mendapatkan vaksin, maupun yang baru mendapatkan satu kali dosis vaksin,” katanya.

Selain itu, dari total kasus meninggal, terdapat 46 persen memiliki komorbid dan 54 persen tidak mempunyai komorbid. Dari kasus yang memiliki komorbid, tercatat 21 persen mempunyai penyakit penyerta lebih dari 1. Komorbid terbanyak ialah Diabetes Melitus.

Nadia menambahkan, 53 persen dari pasien Covid-19 yang meninggal dunia masuk kategori lanjut usia atau lansia. Sementara 47 persen non lansia.

Data Kementerian Kesehatan, 2.000 pasien meninggal atau 80 persen berusia di atas 45 tahun. Tercatat 80 pasien atau sekitar 3 persen ada di rentang umur 0 sampai 5 tahun.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini menyebut, sebanyak 123.905 pasien menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19. Dari total pasien yang dirawat, 39 persen bergejala ringan dan 32 persen tidak bergejala.

“Jadi sebagian besar adalah bergejala ringan, tidak bergejala,” tutupnya.(qq)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *