SUKABUMI, Mediakarya – Beredarnya undangan Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025, memunculkan keprihatinan terkait kondisi persatuan pemuda di kota tersebut.
Hal itu disampaikan Melan Maulana, salah satu tokoh pemuda Sukabumi yang juga Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi periode 2017–2020 dan kini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Sukabumi dari Partai Gerindra.
Ditemui di sela rapat Panja TKPP dan rangkap jabatan di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Melan menegaskan bahwa persatuan pemuda merupakan harga mati yang harus diperjuangkan tanpa kompromi.
“Jika hari ini ada pihak-pihak yang berseteru terkait KNPI, saya berharap mereka tidak melupakan prinsip persatuan: Reugreug Pageuh, Repeh Rapih. Jangan habiskan waktu produktif untuk berseteru. Kalau terus begitu, kapan berkreasinya?” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Melan menyarankan kedua kubu yang berselisih untuk mencari titik temu dengan menyesuaikan waktu musyawarah masing-masing.
“Satu pihak bisa memajukan waktu musyawarah, satu pihak memundurkan. Lalu musyawarah dilaksanakan bersama dengan kepanitiaan yang juga disatukan. Hasilnya pun harus diakui semua pihak, termasuk oleh struktur KNPI di atasnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perpecahan di tingkat KNPI provinsi atau nasional seharusnya tidak menjadi alasan untuk memecah belah pemuda Sukabumi.
“Tugas kita yang merasa berakhlak ialah memastikan pemuda Kota Sukabumi tetap bersatu,” tegasnya.
Melan berharap seluruh pihak dapat lebih dewasa dan bijak dalam mencapai tujuan masing-masing, serta mengingat kembali nilai persatuan yang menjadi nafas kebangsaan.
“Sebenci apa pun kita terhadap pihak lain, semua itu harus kalah oleh kecintaan kita terhadap persatuan pemuda Kota Sukabumi,” pungkasnya. (eka)






