Kominfo Didorong Agar Percepat Infrastruktur Digital ke Daerah Terpencil

- Penulis

Kamis, 12 Agustus 2021 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mediakarya – DPR mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mempercepat infrastruktur digital guna memberikan akses internet ke daerah-daerah terpencil sehingga masyarakat mempunyai akses yang lebih besar terhadap perkembangan informasi dan teknologi.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid saat menjadi keynote speaker dalam webinar bertajuk Media Sosial Sebagai Sarana Edukasi Masa Kini, yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (12/8). Webinar via zoom yang  diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Direktur Pemberdayaan Informatika, Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto dan Founder Matemantika, Tiffany Winata.

DPR lanjut Meutya Hafid, juga mendorong Kemkominfo Kemkominfo sebagai leading sector dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika untuk mengembangkan keterampilan dan kreatifitas digital melalui berbagai kegiatan dengan bermitra dengan sektor swasta serta mengintegrasikan dengan pemangku kepentingan secara inklusif.

Baca Juga:  Ketua Komisi I Sebut Konten Kreator Peluang Baru dalam Dunia Industri Kreatif

“DPR dalam hal ini Komisi 1, mendorong pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi cara bermedia sosial yang baik sehingga mampu meningkatkan literasi digital masyarakat utamanya para generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, dalam paparannya Direktur Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan, pemerintah melalui Kemkominfo telah memiliki kerangka program kegiatan literasi digital di Indonesia. Kerangka literasi digital tersebut, yaitu pelatihan digital skill, digital culture, digital etics dan digital safety.

“Semuanya itu bertujuan untuk mewujudkan masyarakat digital, ekonomi digital dan digital goverment. Pelatihan-pelatihan ini terus digencarkan, sehingga masyarakat semakin memahami ketika mereka berada di ruang digital,” kata Sub Koordinator Penerapan Literasi Digital, Indriani Rahmawati yang mewakili Kemkominfo dalam acara webinar.

Di tempat yang sama, Founder Matemantika, Tiffany Winata memaparkan konsep bite sized information dalam media sosial, dimana konsep ini mengharuskan sejumlah kecil informasi yang dikemas menjadi satu paket yang apik dan mudah diingat. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?
Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN
Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta
Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47 WIB

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:04 WIB

PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:28 WIB

Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN

Berita Terbaru