KPK Berhasil OOT Hakim Agung, Kapan Tangkap Harun Masiku?

- Editor

Jumat, 23 September 2022 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah mengaku prihatin atas peristiwa operasi tangkap tangan Hakim Agung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ini merupakan tamparan keras bagi lembaga penegakkan hukum. Bagaimana tidak,  sekelas KPK yang hanya sebuah lembaga ad hoc dan setiap saat bisa dibubarkan akan tetapi dapat mengeksekusi salah satu Hakim Agung di Mahkamah Agung, yang merupakan Lembaga Tinggi Negara, bagi kami peristiwa yang sangat memalukan,” ujar Iskandar kepada harnasnews, Jumat (23/9/2022).

Menurut dia, masyarakat tengah dipertontonkan sebuah lembaga yang dianggap suci selama ini. Padahal, terkait dengan suap-menyuap, menurut dia, sudah menjadi hal biasa di republik ini.

“Sebab kasus suap-menyuap yang dilakukan oleh oknum kejaksaan, oknum pengadilan, maupun oknum kepolisian, jadi bukan berita baru lagi buat masyarakat kita. Dengan dalih laporan masyarakat dan lain-lain membuat kekuatan untuk melakukan eksekusi atas nama hukum, makin lama bangsa saya melihatnya makin ngawur,” tandas Iskandar.

Iskandar menilai, OTT yang dilakukan KPK terhadap salah satu Hakim Agung di MA mengindikasikan bahwa lembaga penegakkan hukum di negeri ini sudah rusak. Bukan hanya Kejaksaan maupun Kepolisian, lembaga KPK sendiri, kata Iskandar juga sudah mulai bermain politik.

“Ini KPK loncatnya terlalu jauh. Bahasa gaulnya offside. KPK ini kan lembaga politik, karena yang membentuk juga orang-orang politik dan pastinya untuk kepentingan politik atas nama hukum. Itu dapat kita lihat dalam peristiwa korupsi yang melibatkan orang politik, terlebih partai penguasa, KPK seperti tang punya taji. Maka wajar jika masyarakat menilainya KPK bermain politik,” kata Iskandar menambahkan

Baca Juga:  Menteri Budi: Jalan Tol Jawa dan Sumatera Beri Euforia Baru Saat Mudik

Kata Iskandar, jika KPK benar-benar serius menangani kasus suap seperti yang sering disampaikan dalam setiap konferensi persnya, pihaknya menantang KPK untuk bisa OTT semua oknum pejabat di republik ini yang menangani kasus-kasus hukum seperti kepolisian, kejaksaan dan pengadilan secara masif. Termasuk menangkap politisi PDIP Harun Masiku.

“Laporan masyarakat terkait ini sudah jutaan kalau dibuat file-nya. Pelakunya pun sudah jelas, sekarang masyarakat menunggu actionnya seperti apa?, jika KPK mau benar dan serius memberantas korupsi di negeri ini,” tegasnya.

Iskandar menduga bahwa sejumlah kasus yang masuk di lembaga penegakkan hukum di negeri ini berujung dengan jalan transaksional. “Ini bukan barang baru kok, jadi tak perlu dianggap prestasi juga upaya KPK ini. Karena masih banyak kasus korupsi di negeri ini yang belum tersentuh lembaga antirasuah tersebut. KPK seharusnya tidak tebang pilih,” kata Iskandar lagi. (Syaugy)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Desak Prabowo Copot Menteri Imipas, GNK: Mustahil Agus Tak Tahu Kamar Mewah di Lapas Cibinong
Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi
Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar
Dicopot dalam 5 Hari, Pakar Nilai Penunjukan Silfester Matutina di Anak Usaha Pelindo Cacat Sejak Awal
Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolri Beri Penghargaan ke 50 Pati Polri
Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan
IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:06 WIB

Desak Prabowo Copot Menteri Imipas, GNK: Mustahil Agus Tak Tahu Kamar Mewah di Lapas Cibinong

Minggu, 27 September 2026 - 15:44 WIB

Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi

Minggu, 27 September 2026 - 10:36 WIB

Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar

Minggu, 27 September 2026 - 07:20 WIB

Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolri Beri Penghargaan ke 50 Pati Polri

Minggu, 27 September 2026 - 07:04 WIB

Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan

Berita Terbaru