Maulid Nabi Dianggap Bid’ah dan Sesat, Gus Miftah Beri Jawaban Tegas

- Penulis

Jumat, 22 Oktober 2021 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Penceramah Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa disapa Gus Miftah memberikan penjelasan terkait hukum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh hari Selasa 19 Oktober 2021, lalu.

Melalui unggahan Instagram milik pribadinya, Gus Miftah mengungkapkan, sebagai penceramah dirinya kerap ditanya soal hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Saya sering ditanya apa dalil perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Gus Miftah dalam unggahan video Instagram milik pribadinya @gusmiftah.

“Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan bid’ah, sesat dan sebagainya,” sambung dia mengatakan.

Gus Miftah menegaskan, ketika ditanya soal dalil Maulid Nabi, dirinya sama sekali tak perlu dalil.

“Ketika ada orang yang bertanya kepadamu, tolong carikan dalil sahih tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. Maka dengan tegas menjawab, saya tidak butuh dalil untuk mencintai Muhammad SAW, sebagaimana Nabi Muhammad tidak perlu syarat untuk mencintai umat-Nya,” jelasnya.

Tidak perlu dalil, kaya Gus Miftah, untuk mencintai Rasulullah. Menurutnya pantaskah syafaat diberikan ketika mencintainya saja masih memerlukan dalil.

Pendiri Pondok Pesantren Ora Aji ini juga menjelaskan, bahwa Maulid Nabi baginya adalah bentuk kecintaan kepada Rasulullah. Meski begitu, lanjut dia, siapa pun boleh berbeda pendapat soal Maulid Nabi.

Baca Juga:  Pemkot Bekasi Akui Vaksin Terhadap Lansia Belum Capai Target

“Anda tidak setuju? Itu urusanmu tapi jangan ganggu saya mencintai Nabi,” tegasnya.

Selain itu, di kolom keterangan unggahannya ia juga menuliskan dalil soal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Imam Muslim meriwayatkan (No. 1162) dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang puasa pada hari Senin, beliau bersabda yang artinya:

“Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu diturunkan kepada (Al-Quran),” ujarnya.

Siapa pun menurut Gus Miftah sah-sah saja berbeda pendapat soal hukum perayaan Maulid Nabi.

“Boleh kok berbeda, biasa ajalah. Prinsip saya il ikhtifal bil maulidis Syarif la yahtaju ila hadisin shohih, bal yahtaju ila qolbin shohih,” tulisnya dalam akun instagram pribadinya.

“Perayaan Maulid Nabi yang agung tidak membutuhkan hadist shohih, tetapi membutuhkan hati yang shohih,” tandasnya

“Ini aku…..No debat!!!,” pungkas Gus Miftah. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi
BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah
Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik
Bawa Isu Nasional, Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi Geruduk DPRD
Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:09 WIB

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:33 WIB

Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:12 WIB

Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB