Memaknai Idul Adha, Teruslah Bangun Kualitas Keimanan dan Empati Kemanusiaan

- Editor

Minggu, 16 Juni 2024 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Oleh: Bang Haji Setiadi (BHS)

Takbir menggema di seantero dunia. Itulah ekspresi kebahagiaan bagi umat muslim saat hari raya Idul Adha tiba. Kegembiraanya disertai juga dengan menyembelih hewan. Sebagian masyarakat, menyembelih unta, sapi dan atau kambing. Peristiwa ini mengandung makna.

Ada beberapa makna yang perlu kita renungkan. Pertama, dilihat dari aspek sejarahnya, perintah Allah kepada Ibrahim untuk menyembelih putera semata wayangnya (Ismail) untuk menguji keimanan dan kualitas ketakwaan hambanya, yang bernama Ibrahim, meski sudah terpilih sebagai salah satu Nabi dan Rasul-Nya.

Fakta sejarah mencatat, Ibrahim demikian tunduk (bertakwa) sepenuh hati atas perintah-Nya. Yang menakjubkan, Ismail yang masih tergolong bocah pun mendukung sepenuhnya atas perintah Allah itu. Juga, Siti Sarah al-Qibthiyyah al-Mishriyah selaku istrinya. Beliau ikut meneguhkan suaminya dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Sungguh luar biasa. Tak sedikit pun raut wajah bimbang dan ragu.

Masya Allah, bahwa ketiga insan pilihan itu demikian ikhlas menjalankan perintah-Nya. Dalam hal ini Allah melihat keikhlasan Ibrahim, Siti Sarah dan Ismail. Dan keikhlasan ini sejatinya merupakan cara Allah dalam melihat hamba-Nya dalam mentaati perintah dan atau larangan-Nya. Inilah kualitas keimanan hamba Allah.

Allah Maha Sayang. Keikhlasan itu langsung dibalas dengan mengirimkan seekor domba, menggantikan Ismail. Tersembelihlah seekor domba. Di sanalah sejarah mencatat, Ismail menyambut “wa lillaahilhamd” setelah selesai penyembelihan. Betapa bahagia seorang Ibrahim, ibunya, dan tentu Ismail.

Bagi seorang Nabi dan Rasul kebahagiaan itu layak dibagikan kepada tetangga sekitarnya. Itulah sebabnya jika kita tarik sisi sejarah qurban itu daging hewan qurban dibagikan kepada masyarakat, terlebih kepada kaum dlu`afa. Aspek ini mengajarkan Islam dalam praktik ibadah qurban sejatinya mengajak seluruh umat manusia untuk peduli terhadap sesama, terlebih kepada kaum fakir-miskin. Kaum dlu`afa tetap berhak merasakan bahagia.

Baca Juga:  Komisi VII DPR Dorong BPH Migas Lakukan Digitalisasi Layanan

Misi besarnya, harus terbangun rasa empati antar sesama umat manusia, bahkan lebih dari itu: saling menolong, bukan sebaliknya. Sikap saling menolong dan empati dalam konteks lain bisa menjadi potensi positif tersendiri, dalam kaitan politik, kerjasama ekonomi bahkan untuk hajat yang lebih besar, yakni pertahanan negara. Sebab, dari kuatnya saling menolong akan tumbuh kesadaran untu bersatu atas nama negara.

Akhirnya, kita tak bisa melepaskan pandangan bahwa bangunan empati antar sesama umat manusia merupakan wujud nyata kesalehan sosial. Karena itu, kita perlu menyadari bahwa berkurban sangat erat kaitannya dengan kesalehan sosial. Subhanallah. Seluruh perintah dan atau larangan Allah pasti punya makna. Dan itu untuk kebaikan manusia itu sendiri. Itulah makna yang perlu kita renungkan bersama dan refleksikan dalam tataran individu dan seluruh elemen.

Rasa kepedulian seperti ini menjadi penting untuk dirancang lebih jauh dalam tataran kebijakan. Inilah makna krusial sang pemimpin yang harus berkarakter saleh, untuk dirinya sendiri, juga terhadap rakyatnya. Insya Allah, akan terwujud daerah yang makmur dan sentosa.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bengawan Kejaksaan: Tindakan Disiplin dari Tingkat Pusat Hingga Daerah
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Pengawasan Lelang Proyek Jangan Formalitas: Belajar dari Proyek Jalan Poros Lingkar Waduk Penjalin Brebes
Putusan MK Telah Diucapkan: Fakta Tersedia dan Jalur Hukum yang Terbuka di Hadapan Kita
Negara Darurat Cognitif Reselience
Orang Superkaya Melonjak 81.7%, Pertumbuhan Tertinggi di Dunia, Tapi Kemana Ksesejahteraan Rakyat?
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Bengawan Kejaksaan: Tindakan Disiplin dari Tingkat Pusat Hingga Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Pengawasan Lelang Proyek Jangan Formalitas: Belajar dari Proyek Jalan Poros Lingkar Waduk Penjalin Brebes

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Putusan MK Telah Diucapkan: Fakta Tersedia dan Jalur Hukum yang Terbuka di Hadapan Kita

Berita Terbaru