Menko PMK Minta Da’I Muhammadiyah Harus Jadi Agen Perdamaian

- Penulis

Senin, 6 September 2021 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy

JAKARTA, Mediakarya – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy meminta Da’i Muhammadiyah agar menjadi agen perdamaian dan mengusahakan terciptanya situasi yang kondusif  melalui media konvensional/analog, juga menguasai perangkat Teknologi Informasi (TI).

Menurutnya, upaya menciptakan perdamaian itu ada dua, yaitu mempertahankan suasana perdamaian yang sudah dan sedang berlangsung, dan memulihkan sesuatu keadaan di mana suatu tempat yang menjadi sasaran dakwah itu telah terjadi konflik. Terjadinya konflik, kata Muhadjir, bisa dari berbagai alasan seperti etnis, ideologi, keyakinan, sosial dan lain-lain.

“Harapan saya materi yang akan diterima bisa dijadikan sebagai bekal yang baik dan memadai untuk terjun ke medan dalam rangka menciptakan perdamaian itu,” ungkap Muhadjir di acara Peluncuran 1000 Da’i Agen Perdamaian yang diselenggarakan LDK PW Muhammadiyah Jatim, baelum lama ini.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi, maka medan dakwah termasuk dalam bidang perdamaian ini semakin komplek dan rumit. Oleh karena itu bagi dai Muhammadiyah sekarang wajib hukumnya memiliki kemampuan di bidang TI. Ia beralasan, meski media sosial tidak nyata, namun aktivitas di dalamnya berdampak real.

“Medan yang sekarang tidak kalah rumitnya sedang dihadapi para dai adalah medan virtual atau dunia maya. Terutama teknologi informasi, penguasaan terhadap IT dengan fenomena industri 4.0 dan semua itu harus dikuasai oleh dai-dai Muhammadiyah,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Menko PMK Dorong Deklarasi ASEAN Tentang Pembangunan Keluarga

Menurut dia, medan dakwah di era revolusi industri 4.0 tercerabut, sehingga dai Muhammadiyah juga harus melakukan ‘migrasi’ kegiatan dakwahnya ke dunia maya. Misalnya dai harus paham tentang virtual reality dan dapat mengoperasikan internet of thing, termasuk mampu memproduksi konten untuk dipublikasikan di media sosial dan digital.

“Karena hal tersebut maka tentunya kita akan berhadapan dengan pihak-pihak yang kontra perdamaian, yaitu pihak-pihak yang berupaya ingin menciptakan konflik yang bisa menjurus pada kekerasan fisik, perlakuan yang simbolik, ujaran kebencian, pembunuhan karakter dan seterusnya,” ungkap Muhadjir.

Namun disisi lain, Muhadjir Effendy juga mengingatkan kepada dai-dai Muhammadiyah supaya memiliki keberdayaan ekonomi. Setidaknya mereka memiliki kecukupan untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, serta dai Muhammadiyah tidak boleh bermental miskin, supaya jika memiliki kelebihan harta bisa beramal kebajikan untuk umat yang membutuhkan.

Primum manducare, deinde philosophari. Artinya kenyangi perut dulu baru berpikir, kenyangi dulu perutmu baru berdakwah. Jangan sampai berdakwah dalam keadaan lapar. Karena orang yang lapar isi dakwahnya akan penuh dengan kemarahan,” pungksnya. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Funday Morning Meriahkan Semangat Warga Sambut Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi
Pers Indonesia Hadapi Tantangan Era Algoritma, FPRMI Dorong Independensi Jurnalistik
Bendung Katulampa Kering, Debit Air Kali Bekasi Ikut Menyusut
Kapolres Bekasi Kota Kunjungi Putra Sayuti Melik
Biaya Politik Tinggi jadi Pemicu Maraknya Kepala Daerah Terjaring OTT KPK
KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum
Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta
KOSMAK Minta Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin dan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:57 WIB

Funday Morning Meriahkan Semangat Warga Sambut Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:36 WIB

Pers Indonesia Hadapi Tantangan Era Algoritma, FPRMI Dorong Independensi Jurnalistik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:52 WIB

Bendung Katulampa Kering, Debit Air Kali Bekasi Ikut Menyusut

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Bekasi Kota Kunjungi Putra Sayuti Melik

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:04 WIB

Biaya Politik Tinggi jadi Pemicu Maraknya Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru

Pulau Rempang (Ist)

Ekonomi & Bisnis

IAW Bongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Minggu, 19 Jul 2026 - 16:06 WIB

Tembakau hasil panen petani saat dilakukan proses pengeringan (Ist)

Ekonomi & Bisnis

LPKAN Sampaikan 7 Tuntutan Terkait Wacana Kebijakan Industri Hasil Tembakau

Minggu, 19 Jul 2026 - 09:44 WIB