Nama Lain Anies Baswedan adalah Keteladanan

- Editor

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yusuf Blegur

Banyak birokrat sering berkata-kata, seiring itu berbohong. Banyak politisi berjanji, lalu kemudian mengingkari. Mereka punya segalanya, harta, jabatan, dan kekuasaan. Namun satu yang tak dimiliki bahkan walau hanya sebentar saja, yakni keteladanan.

Figur Anies Baswedan itu bukan melulu cuma soal capres. Bukan hanya tentang keterkaitannya dengan kepentingan elektoral semata. Bukan juga sekadar irisannya dengan kebutuhan pada praktik-praktik konstitusi dan demokrasi.

Seorang Anies Baswedan itu sejatinya dapat menjadi fenomena kesadaran nasional yang menghentak republik. Terutama dalam upaya memenuhi tanggung jawab mewujudkan Cita-Cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan keinginan luhur Para Pendiri Bangsa yang sesungguhnya.

Tentang negeri yang semakin mengalami kemunduran peradaban. Tentang bangsa yang kehilangan jati diri dan karakter nasionalnya. Tentang para pemangku kepentingan publik yang terus berlaku tuna susila dan terdampak kemiskinan moral yang akut. Tentang semua penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan, yang menjadi asupan rakyat berkepanjangan dari para pejabat yang tak lagi berpakaian malu.

Sejarah terus berjalan, lahir kembali dan berulang. Anies Baswedan dengan semua rekam jejaknya. Pada pembuktian, harapan dan tekad kuat pada yang telah dan akan dilakukannya. Tak terbatas pada kapasitas, integritas dan kemauan keras menghadirkan keadilan dan kemakmuran dalam bingkai negara kesejahteraan. Tak terbatas betapa berat dan pahit ujian politiknya.

Aktifis, akademisi, dan politisi bernama Anies Baswedan itu. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang. Anies Baswedan telah mencerminkan nilai-nilai ideal pada kriteria seorang pemimpin. Pemimpin yang selalu dipuja sekaligus dibenci. Dihormati dan diakui prestasinya tanpa terlepas dari isu, intrik dan fitnah yang keji sekalipun.

Baca Juga:  Pemprov DKI Kembali Raih Penghargaan Internasional, Gubernur Anies Banjir Pujian

Tapi begitulah pemimpin yang sesungguhnya. Bukan figur publik yang gemerlap oleh sorot keberhasilannya. Bukan juga mendung oleh sisi Kelam yang menganga akibat sayatan tajam penghakimannya.
Bukan, sekali lagi bukan tentang kontroversinya. Bukan tentang hitam putih hidupnya di masa lalu.

Publik menyimpan keyakinan. Anies Baswedan boleh jadi merupakan satu dari kelangkaan pemimpin yang berani mengambil jalan penderitaan. Keberanian untuk membangun keselarasan pikiran, ucapan, dan tindakan. Berani jujur dan adil serta menjadi jembatan kesetaraan bagi semua anak bangsa. Puncaknya, kemampuan pengendalian diri, bersih diri dan tahu diri meskipun itu tak selalu identik dengan kekuasaan.

Value dari Anies Baswedan adalah ujian masa depan bagi negara dan bangsa Indonesia. Kelulusan dan kegagalan kepemimpinannya ditulis dengan tinta kesabaran. Di atas kertas pengabdian dan berharap hasilnya pada keikhlasan. Karena pada hakekatnya, ia telah berhasil menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Sejalan dengan itu, Anies Baswedan cepat atau lambat akan mengemban kepemimpinan nasional dengan kompilasi modal sosial politik yang mewujud pada keteladanan. Sesederhana itu yang melekat dalam dirinya dan publik mengenalnya. Karena nama lain Anies Baswedan adalah Keteladanan.

Aamiin ya rabbal aa’laamiin.

Penulis: Analis IPPS Indonesia

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Patronase Politik Jadi Kunci Konsolidasi
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib MK dan Pencarian Keadilan Konstitusional: Rakyat Menunggu Bukti Terverifikasi
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar
Nurani di Ujung Jabatan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:38 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Patronase Politik Jadi Kunci Konsolidasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Nasib MK dan Pencarian Keadilan Konstitusional: Rakyat Menunggu Bukti Terverifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat

Berita Terbaru