PAN Pertanyakan Metode Survei Indikator Politik

- Penulis

Kamis, 28 April 2022 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mempertanyakan metode survei Indikator Politik Indonesia yang hasilnya menyebutkan partai tersebut tidak lolos ambang batas parlemen, bahkan elektabilitasnya kalah dari Perindo.

Dia menilai lembaga survei itu tidak bisa menjelaskan mengapa hasil surveinya selalu jauh berbeda dari perolehan suara PAN di tiap pemilihan umum (pemilu).

“Katanya, pakai metode yang sudah teruji, tapi hasilnya tidak benar. Ini yang salah yang mana? Metodologinya atau apa?” tanyanya.

Selain itu, menurut dia, PAN selama ini jarang melakukan survei yang diekspos ke publik. Namun anehnya, tambahnya, hasil survei itu “pesanan” orang lain, namun hasilnya diumumkan ke publik.

Nah, di survei (Indikator Politik) itu, PAN dipatok di angka yang sangat jauh dari hasil-hasil pemilu sebelumnya. Kalau ditanya, mengapa hasilnya jauh dari kenyataan? Jawabannya bahwa hasil survei dinamis, ada margin error, ditentukan oleh undecided voters, dan tergantung kinerja caleg,” katanya, dilansir dari antara.

Dia menilai jika jawabannya seperti itu, lalu mengapa perlu ada survei karena hasilnya banyak yang melenceng.

Baca Juga:  Menhub Cek Kesiapan Sarana dan Prasarana Transportasi di Jatim

Meski demikian, dia mengatakan PAN sebagai partai politik tetap akan menjadikan hasil survei sebagai referensi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja seluruh anggota.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbarunya, yang salah satunya menyebutkan bahwa PAN memperoleh 1,1 persen. Hasil survei tersebut juga menyebutkan perolehan suara PAN berada di bawah Partai Perindo yang mendapat 2,1 persen.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka
Yayasan Vardhana Nawasena Network Luncurkan Film Dokumenter Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua
IPW Kecam Tindakan Sejumlah Prajurit TNI Diduga Datangi Dirkrimsus Polda Metro
Mabes TNI Bantah Anggotanya Geruduk Mapolda Metro Jaya
IPW Dorong Panglima TNI Tarik Pasukan Penjaga Rumah Jampidsus
Penataan Setu Babakan, Mbak Yuke: Harus Tetap Berpihak Kepada Warga
Tipikor Polri dan Ditreskrimsus PMJ Geledah 8 Lokasi Diduga TPPU
Seleksi Taruna Akpol 2026 Gunakan Teknologi Kedokteran Modern, Wakapolri Pastikan Transparansi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:02 WIB

Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:28 WIB

Yayasan Vardhana Nawasena Network Luncurkan Film Dokumenter Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:17 WIB

IPW Kecam Tindakan Sejumlah Prajurit TNI Diduga Datangi Dirkrimsus Polda Metro

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:23 WIB

Mabes TNI Bantah Anggotanya Geruduk Mapolda Metro Jaya

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:56 WIB

IPW Dorong Panglima TNI Tarik Pasukan Penjaga Rumah Jampidsus

Berita Terbaru

RA Kartini (Foto: Ist)

Opini

Kartini, Perempuan yang Mengajarkan Bangsanya Bermimpi

Jumat, 10 Jul 2026 - 15:02 WIB