Pemda Diminta Jangan Asal Input Data Covid-19

- Penulis

Minggu, 5 September 2021 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.  (ist)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (ist)

JAKARTA, Mediakarya – Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk terus memperbaiki dan memperbaharui input data Covid-19. Sebab, didapati temuan adanya lonjakan kasus penularan Covid-19 di sejumlah daerah akibat terinputnya data-data lama.

“Mohon betul-betul dipelototi data, karena data yang kita temukan di beberapa daerah, data kasus positif atau data yang konfirmasi ternyata banyak yang di-upload (diunggah) data-data yang sudah lama,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sabtu (04/09/2021).

Lebih lanjut Tito mengungkapkan adanya temuan di salah satu daerah yang memiliki angka kematian atau fatality rate yang melonjak tajam. Namun setelah ditelusuri angka tersebut merupakan akumulasi angka kematian dari minggu-minggu sebelumnya.

“Setelah kita lihat, pelototin, ternyata angka kematiannya akumulasi dari beberapa minggu sebelumnya, bukan yang riil minggu itu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Erman Umar Akan Ajukan Banding Atas Vonis Kliennya Pada Sidang di PN Jakarta Utara

Oleh karena itu, Mendagri meminta setiap pemda untuk melakukan rapat koordinasi mengenai sistem penginputan data Covid-19. Input data ini akan sangat menentukan arah kebijakan pemerintah dalam pengendalian pandemi ke depannya. Salah satunya dalam menentukan penerapan level kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan zona wilayahnya.

“Kalau dimasukkan data yang lama, nanti pengambilan kebijakannya salah, jumlah kasus aktif dimasukin yang 3-4 minggu lalu itu membuat kasus aktif banyak, sehingga akhirnya mau ditarik ke isoter (isolasi terpusat) semua, padahal mungkin jumlahnya tidak segitu,” tandas Mendagri. (dji)

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

DPRD Bali Soroti Status Pulau Serangan, Kawasan Sakral Warisan Leluhur Jangan Diubah
ICC 100 Brands dan BPKN Award 2026 Siap Digelar, BPKN RI Perkuat Gerakan Perlindungan Konsumen
Mantan Komandemen NII Wilayah Jabar: Kelompok Salafi Wahabi Berpotensi Rongrong Stabilitas Keagamaan
Berhasil Rangkul Seluruh Faksi Kembali ke NKRI, Mantan Pentolan NII Wilayah Jabar Diganjar Peghargaan
Kiyai Said Dipastikan Tak Calonkan diri Dalam Suksesi Ketum PBNU
Iran Ancam Beri Balasan Lebih Keras Jika Trump Ulangi “Kebodohan”
Target Zero Stunting, Ini Kata Ketum PP-IBI
Jelang Pemberangkatan, Anggota Timwas Haji Ungkap Banyak Jamaah Belum Siap Fisik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:58 WIB

DPRD Bali Soroti Status Pulau Serangan, Kawasan Sakral Warisan Leluhur Jangan Diubah

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:37 WIB

ICC 100 Brands dan BPKN Award 2026 Siap Digelar, BPKN RI Perkuat Gerakan Perlindungan Konsumen

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:21 WIB

Mantan Komandemen NII Wilayah Jabar: Kelompok Salafi Wahabi Berpotensi Rongrong Stabilitas Keagamaan

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:15 WIB

Berhasil Rangkul Seluruh Faksi Kembali ke NKRI, Mantan Pentolan NII Wilayah Jabar Diganjar Peghargaan

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:53 WIB

Kiyai Said Dipastikan Tak Calonkan diri Dalam Suksesi Ketum PBNU

Berita Terbaru