Pengamat Komunikasi: Ada Upaya Jatuhkan Citra KDM atas Insiden Kematian 3 Warga Garut 

- Editor

Minggu, 20 Juli 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Komunikasi dari STIKOM Bandung, Asep Suparman (Ist)

Pengamat Komunikasi dari STIKOM Bandung, Asep Suparman (Ist)

BANDUNG, Mediakarya – Acara makan gratis dalam pesta pernikahan putra gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi,  Maula Akbar dengan Putri Karlina selaku Wakil Bupati Garut pada Jumat (18/7/202) yang memakan tiga korban jiwa terus menjadi perhatian publik.

Pengamat komunikasi Asep Suparman menilai insiden kematian tiga orang dalam pesta pernikahan Maula Akbar dengan dengan Putri Karlina yang viral di media sosial itu diduga sengaja dibuat dengan framing negatif dalam rangka menjatuhkan citra Kang Dedi Mulyadi (KDM) mata masyarakat.

Berdasarkan pelurusan, bahwa video terkait dengan pernyataan KDM sebelum acara makan gratis yang viral di media sosial itu diduga sengaja dipotong oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Di mana dalam video yang beredar bahwa KDM tengah berdiskusi terkait dengan rencana pesta pernikahan yang diikuti dengan pesta rakyat. Dalam potongan video itu, seolah orang nomor satu di Jabar itu tak konsisten dengan pernyataannya.

“Memang benar bahwa KDM mengetahui adanya giat makan gratis bagi masyarakat saat speak up dengan anaknya Maula Akbar. Namun demikian, berdasarkan informasi yang kami dapat, bahwa sepengetahuan KDM giat makan gratis dilaksanakan bersamaan  dengan gelar panggung budaya pada 18 Juli pukul 19.00 WIB atau malam hari, bukan di pagi hari,” ujar Asep, kepada media ini, Ahad (20/7/2025).

Menurut dia, sudah menjadi kelaziman bahwa setiap giat panggung budaya disertakan dengan makan gratis dan waktunya pun bersamaan dan tidak dipisah seperti terjadi saat insiden di Pendopo Kabupaten Garut.

“Sudah menjadi kebiasaan bahwa pada hari jumat pagi hingga datangnya waktu shalat jumat tidak ada kegiatan, yang ada adalah giat bersih-bersih. Dan memang KDM sendiri melarang untuk tidak ada giat makan gratis terpisah dengan acara panggung hiburan,” kata dosen komunikasi STIKOM Bandung ini.

Baca Juga:  Kilang Pertamina Dumai Hemat Biaya Operasional Rp176,4 Miliar/Tahun

Jadi, kata Asep, berdasarkan informasi yang didapat bahwa KDM sendiri melarang dilaksanakannya acara makan gratis pada waktu jumat pagi. Karena selain waktunya mepet bersamaan dengan akan ditunaikannya ibadah shalat jumat.

“Tapi tiba-tiba pada jumat pagi, sudah banyak berkerumun massa yang merangsek ke Pendopo Pemkab Garut,  entah siapa yang mengorganisir, sehingga situasi itu tak bisa terkendali, karena jumlah petugas keamanan dengan warga yang datang ke pendopo tak sebanding,” katanya.

Asep Suparman menduga ada kelompok yang sengaja memanfaatkan momentum ini untuk menjatuhkan citra KDM di mata publik.

“Ini seperti ada yang mengendalikan dengan tujuan terjadinya chaos,” pungkasnya.

Sebelumnya, tiga korban tewas yakni dua warga sipil dan satu anggota Polri dalam insiden Pesta Rakyat rangkaian pernikahan pejabat di Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Jumat, (18/7/2025).

Pesta rakyat diikuti dengan makan bersama yang dengan panggung hiburan di Pendopo dan Alun-Alun Garut, berakhir ricuh ketika warga berebut masuk gerbang pendopo untuk mengambil makanan yang disediakan sohibul hajat. Akibatnya, puluhan orang terhimpit dan terinjak-injak.

Polisi dan Satpol PP yang bertugas mengawal acara, sempat kuwalahan mengendalikan warga. Setelah sejumlah orang pingsan karena terimpit atau terinjak, petugas kemudian mengevakuasi korban dengan ambulans. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar
Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB