Tugasnya Dinilai Over Capacity, Peran LBP Mulai Tuai Kritik

- Editor

Minggu, 10 Oktober 2021 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, Mediakarya – Masyarakat dari berbagai kalangan di Indonesia dipastikan mengenal tokoh populer Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Betapa tidak, sepak terjangnya di pemerintahan dan kerap mengundang perhatian publik.

Hal tersebut menyusul dengan segudang tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada LBP yang terbilang unik. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS) Bambang Istianto dalam keterangannya, Minggu (10/10/2021).

Bambang mengatakan, baban yang dipikul oleh LBP tidak hanya pekerjaan diwilyah tugas dan fungsinya serta wewenangnya saja sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, tapi juga urusan di luar kompetnsinyapun dibebankan pada dirinya.

Karena itu, kata Bambang, LBP sering di sebut sebagai menteri segala urusan, bahkan dinobatkan The Real of Presiden.

Padahal dalam teori manajemen pemerintahan target kerja itu akan efektif jika dilakukan pembagian tugas itu seharusnya ‘the right man on the right place’. Tapi faktanya prinsip tersebut tidak berlaku untuk seorang LBP.

“Di mata presiden seorang LBP yang berkiat orientasi hasil dan risk taker sehingga segala pekerjaan di pundaknya dinilai dapat diselesaikan dengan tuntas,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, meski presiden menyukai karakter kerja LBP yang komit dan loyal. Namun, beban tugas yang over capacity sudah barang tentu tidak selamanya sukses.

Baca Juga:  Kapolri Pastikan Pemerintah Hadir dalam Penanggulangan Bencana

“Misalnya beban tugas penanggulangan Covid 19 yang diberikan oleh presiden khususbya untuk wilayah Jawa dan Bali terbukti kurang sukses seperti yang pernah diakuinya yakni sempat minta maaf di media massa beberapa yang lalu, menandakan bahwa beban yang diemban LBP sudan over capacity,” tandas Bambang.

Menurut dia, perhatian publik sebenarnya tertuju kepada peran LBP. Di mana dalam mengurus negara sebesar Indonesia hanya diserahkan kepada orang kepercayaannya sudah barang tentu telah menyalahi prinsip manajemen yang benar.

Apalagi kondisi saat ini di satu pihak pemerintah menghadapi penanganan pandemi Covid 19 yang kewalahan dan kedodoran ditambah lagi denga persoalan ekonomi yang semakin sulit. Selain itu beban hutang yang kian menumpuk.

“Angka kemiskinan juga terus bertambah karena masyarakat kehilangan pekerjaan akibat kebijakan efesiensi dari pihak perusahaan maupun melesunya daya beli masyarakat,” tutur Bambang.

Karena itu Bambang berharap agar presiden Jokowi dapat menggerakan anggota kabinet pemerintahnya untuk bekerja dengan maksimal sesuai kompetensi ya g dimilikinya agar tercipta target yang efektif dan efesien.

“Dengan mengutip kata bijak dan kritis dari seorang peraih nobel Peter Drucker bahwa tidak ada negera yang miskin kecuali manajemen pemerintahannya yang buruk,” katanya. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ichsanuddin Noorsy: Krisis Legitimasi Adalah Krisis Kepercayaan, Harus Dicegah Jadi Disintegrasi
KAI Buka Opsi Impor KRL Bekas, Senayan Wanti Wanti Soal Keselamatan
APBN 2027 DPR Ketok Palu 4.106 Triliun Rupiah
Prabowo Gratiskan 164 Ribu Sekolah Negeri Demi Pendidikan Gratis TK Hingga Perguruan Tinggi
Harga Pangan Meroket Cabe Merah Tembus Hampir 100 Ribu
GNK: Kebesaran NU Dibangun dari Kedekatan dengan Umat, Bukan Penguasa
Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026
Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun Rupiah

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:51 WIB

Ichsanuddin Noorsy: Krisis Legitimasi Adalah Krisis Kepercayaan, Harus Dicegah Jadi Disintegrasi

Selasa, 29 September 2026 - 13:22 WIB

KAI Buka Opsi Impor KRL Bekas, Senayan Wanti Wanti Soal Keselamatan

Selasa, 29 September 2026 - 11:36 WIB

APBN 2027 DPR Ketok Palu 4.106 Triliun Rupiah

Selasa, 29 September 2026 - 10:35 WIB

Prabowo Gratiskan 164 Ribu Sekolah Negeri Demi Pendidikan Gratis TK Hingga Perguruan Tinggi

Selasa, 29 September 2026 - 10:17 WIB

Harga Pangan Meroket Cabe Merah Tembus Hampir 100 Ribu

Berita Terbaru

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan RUU APBN Tahun 2027. Pengesahan digelar pada Rapat Paripurna ke-7. (Foto/TV Parlemen)

Nasional

APBN 2027 DPR Ketok Palu 4.106 Triliun Rupiah

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:36 WIB