Peran Pemuda Dalam Pembangunan Menurut Pandangan Islam

- Editor

Selasa, 28 Oktober 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abi Kholil Asubki, Ketua Laskar Fiisabilillah Indonesia (LFI)

Abi Kholil Asubki, Ketua Laskar Fiisabilillah Indonesia (LFI)

Oleh: Abi Kholil Asubki (Ketua Laskar Fiisabilillah Indonesia-LFI)

SUKABUMI, Mediakarya – ‘Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia’, merupakan ungkapan Bung Karno yang memiliki pesan mendalam betapa pentingnya peran pemuda bagi kemajuan bangsa. Karena usia muda merupakan fase pertumbuhan ketahanan mental dan fisik manusia.

Posisi pemuda dalam Islam sendiri sangat penting. Kata ‘pemuda’ dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai sosok yang memiliki mental tangguh berani melawan kebatilan, seperti Ashabul Kahfi yang dikisahkan menolak ajakan Rajan Dikyanus untuk menyembah berhala. Kisah 7 pemuda yang bersembunyi di dalam gua selama 309 tahun ini disebutkan dalam Al-Qur’an dengan kata ‘fityah’ (para pemuda), sebagai berikut: نَّحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَٰهُمۡ هُدٗى Artinya, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi [18]: 13)

Berangkat dari ayat ini, Imam Ibnu Kastir dalam tafsirnya menegaskan bahwa pemuda selalu menjadi garda depan dalam memperjuangkan kebenaran dan melawan kebatilan. Terbukti, selain tujuh pemuda Ashabul Kahfi, para sahabat pada masa perjuangan dakwah Rasulullah juga didominasi oleh para pemuda. Sebaliknya, para penentang ajaran Nabi Muhammad justru didominasi kalangan tua suku Quraisy. (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anil ‘Adzim, [2000], juz IX, halaman 109).

Tantangan zaman tentu sudah berbeda dengan zaman dulu. Indonesia saat ini mengalami pasang surut problematika masalah ekonomi, sosial, keadilan hukum, korupsi, dan berbagai praktik amoral yang menghambat pembangunan.

Sumber daya ekonomi Indonesia yang besar saat ini nyatanya tak tersebar merata. Masalah lain yang banyak dihadapi angkatan muda yakni banyaknya pengangguran. Idealnya Indonesia dengan sumber daya alam dan peluang ekonomi yang besar, seharusnya mencukupi untuk kebutuhan lapangan kerja.

Dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah tersebut, peran pemuda Islam sangat dibutuhkan. Singkatnya, pemuda Islam harus berperan dalam penyelesaian masalah bangsa tersebut dengan selalu berpegang pada nilai-nilai ajaran Islam

Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, sehingga memiliki potensi people power yang besar untuk mengubah arah pembangunan Tanah Air. Pemuda Islam tak hanya sekedar islam ber-KTP yang numpang lahir di Indonesia, namun seharusnya bisa menjadikan ajaran Islam jadi pondasi dalam kehidupannya.

Baca Juga:  DPD RI Gandeng FKPPI Deklarasi Pemilu Damai, Sylviana Murni: Anak Kolong Wajib Ambil Peran Jaga Jakarta Aman

Ketika mereka benar-benar menghayati dan mengamalkan ajaran Islam, karakter luhur yang dimiliki pemuda Islam bisa menghilangkan sikap-sikap amoral yang merugikan seperti praktik KKN. Seorang pemuda Muslim juga harus menjadi yang memiliki kemampuan leading sector yang baik. Untuk bisa mencapai tingkatan tersebut diperlukan profesionalitas, integritas diri, sikap kritis, dan semangat juang.

Hal itu sudah dipraktekkan para pendiri bangsa dan para pemuda yang berjuang di era kemerdekaan. Para pendiri negara yang banyak dari mereka berasal dari ulama secara tegas menjadikan Pancasila sebagai dasar negara.

Menurut Islam, dakwah dipahami sebagai proses transformasi dalam aspek sosial dan budaya agar bisa menuju generasi terbaik umat Islam. Dalam konteks pembangunan bangsa, dakwah pada hakikatnya adalah suatu proses pembangunan umat atau bangsa dengan menggunakan pendekatan budaya di Indonesia.

Pembangunan dilakukan pemuda Islam lewat pengembangan SDM melalui institusi pendidikan, baik formal maupun non-formal yang bisa dikatakan sebagai jalan dakwah. Dakwah di sini adalah pemuda Islam juga berperan dalam perbaikan moral bangsa lewat pendidikan agar bisa memiliki efek berantai membebaskan Indonesia dari berbagai keburukan seperti KKN, penyalahgunaan wewenang, dan tindakan amoral lain.

Tidak bisa dibayangkan apabila penerus bangsa yang rusak akhlaknya terus dibiarkan, tentunya akan berujung pada kehancuran bangsa karena rusaknya generasi. Sudah seharusnya pemuda Islam bisa melanjutkan perjuangan terdahulu para pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, mereka yang mampu mengusir penjajah yang dianggap sebagai perjuangan di jalan Allah.

Pembangunan bangsa harus dijadikan sebagai salah satu kerangka iman umat Muslim kepada Allah. Dakwah sebagai sebuah proses pembangunan bangsa dengan mengedukasi masyarakat untuk bisa mendorong proses pembangunan untuk mencapai visi sebagai bangsa atau umat yang terbaik.

Pemuda Islam harus bisa berjuang menegakkan kebenaran di Indonesia. Pemuda Islam zaman sekarang juga bisa menjadi cerminan umat yang tangguh dan bisa memajukan pembangunan Indonesia dengan akhlak yang diajarkan Rasulullah. (***)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan
Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!
Ketua Komisi III DPR RI: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan
Legislator Ini Soroti Tumpang Tindih Kewengan Konflik Agraria
Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun
Dasco Siap Mundur jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 2026
Puan Pastikan RUU Perampasan Aset Ditargetkan Rampung 15 Desember 2026
Polda Metro Amankan Puluhan Orang Diduga Sabotase Demo DPR

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:39 WIB

Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan

Selasa, 8 September 2026 - 06:01 WIB

Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!

Selasa, 8 September 2026 - 05:41 WIB

Ketua Komisi III DPR RI: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan

Selasa, 8 September 2026 - 05:19 WIB

Legislator Ini Soroti Tumpang Tindih Kewengan Konflik Agraria

Selasa, 1 September 2026 - 02:26 WIB

Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun

Berita Terbaru