Perilaku Koruptif dan kebocoran APBN Perberat Ekonomi Fiskal

- Editor

Selasa, 9 September 2025 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Oleh: Wibisono

Pekan ini publik dikagetkan dengan pergantian Mentri Keuangan Sri Mulyani, Sri Mulyani yang secara profesional dan segudang pengalaman yang tidak diragukan lagi bagi pelaku ekonomi tanah air, dan menjadi simbol kepercayaan market dan dunia dalam bidang ekonomi fiskal, kini telah tergusur.

Saya tidak menyoroti pergantian ini, siapapun Mentri keuangannya itu tidak penting, tapi saya menyoroti fenomena yang fundamental yakni praktik ekonomi kapitalistik dan praktik korupsi yang sudah menjadi budaya pejabat pemerintahan yang sangat memperihatinkan.

Korupsi masih menjadi tantangan terbesar reformasi birokrasi di Indonesia, selain persoalan terkait demokrasi, radikalisme dan terorisme, serta intoleransi. Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait Reformasi Birokrasi, mengenai persepsi korupsi, demokrasi, dan intoleransi di kalangan pegawai negeri sipil. Dari responden pegawai negeri sipil (PNS) yang diwawancarai, praktik korupsi dinilai mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir.

Kelemahan bangsa ini adalah dalam hal menjahit narasi anti korupsi dan gerakan anti korupsi dalam penegakan hukum yang berkeadilan dan tidak tumpul keatas tapi tajam kebawah, kebocoran APBN atas perilaku koruptif sangat menggangu ekonomi fiskal kita.

Baca Juga:  LPKAN: Jika Pepen Bersikap Jujur, Banyak Pejabat di Pemkot Bekasi Ikut Terseret 

Salah satu narasi yakni menciptakan Budaya Integritas yang bertujuan untuk menciptakan budaya antikorupsi di Indonesia dengan menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan akuntabilitas.

Presiden Prabowo harus serius dan sungguh sungguh dalam hal penegakan hukum terkait korupsi ini, presiden harus berani bersih bersih Kabinet yang sudah ada indikasi korupsi, Kisah pejabat yang jujur dan punya kredibilitas akan menjadi contoh bahwa setiap individu, bahkan di lingkungan yang paling bawah dapat berkontribusi nyata dalam melawan korupsi.

Pencegahan dan edukasi dapat dilakukan edukasi antikorupsi yang berdampak positif bagi masyarakat, mulai dari hal-hal kecil di lingkungan rumah tangga hingga tingkat negara, sehingga pidato presiden Prabowo yang akan mengejar pelaku korupsi sampai ke Antartika tidak sekedar omon omon.

Penulis: Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN).

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Patronase Politik Jadi Kunci Konsolidasi
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib MK dan Pencarian Keadilan Konstitusional: Rakyat Menunggu Bukti Terverifikasi
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar
Nurani di Ujung Jabatan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:38 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Patronase Politik Jadi Kunci Konsolidasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Nasib MK dan Pencarian Keadilan Konstitusional: Rakyat Menunggu Bukti Terverifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat

Berita Terbaru