Permen KP 17/2021 Pil Pahit Buat Nelayan

- Editor

Sabtu, 17 Juli 2021 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benih Lobster. (Foto: ist)

Benih Lobster. (Foto: ist)

Bali, Mediakarya.id – Putu Darmaya salah satu pelopor pembudidaya lobster dari Bali angkat bicara terkait keluarnya Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Ia menganggap Permen baru ini terlihat manis tapi pahit di nelayan tangkap benih bening lobster (BBL) dan pembudidaya dalam negeri.

Ketentuan lalu lintas BBL harus ukuran 5 gram dalam Permen KP 17/2021 selain dianggap membebani nelayan tangkap juga dikatakan mempersulit pembudidaya mendapatkan bibit. Misal daerah Bali diungkap, untuk mendapatkan bibit bergantung dari Lombok dan Sumbawa.

“Untuk budidaya itu kan gak gampang mencari benur (BBL-red). Ini syarat 5 gram sama saja menutup kita, karena di Bali kan tidak banyak ada benur. Jadi mesti cari di daerah lain. Paling banyak itu di Lombok sama di Sumbawa. Kalau buat pembudidaya yang di daerahnya gak ada sumber benih agak susah,” ungkap Putu Darmaya di Denpasar Bali, Jumat (16/07/2021).

Ia pun menilai aturan Permen KP 17/2021 masih kontradiktif. Semangat menjadikan Indonesia pengekspor lobster terbesar dunia mengalahkan Vietnam akan hanya menjadi isapan jempol. Satu sisi mengejar budidaya Lobster dalam negeri sukses tapi sisi lain nelayan dan pembudidaya dipersulit.

“Menurut saya, ini Permen nya (Permen KP 17/2021) masih kontradiktif. Artinya di satu sisi dia mengejar budi daya bisa sukses, di satu sisi dia persulit masalah benurnya itu. Budidaya pasti akan sulit karena nelayannya gak bisa ngirim bibit. Untuk apa ? Berarti nelayan diharuskan juga budidaya. Susah, bagaimana dia dapat modal,” singgungnya.

Baca Juga:  Peduli Sesama, Plt Walkot Bekasi Serahkan Bantuan Korban Semeru

Oleh karena itu, Putu Darmaya berharap kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono agar mengkaji ulang Permen KP 17/2021. Ketentuan syarat lalu lintas BBL dari lokasi budidaya dalam wilayah Republik Indonesia dihapuskan. Menurutnya, cukup BBL tidak diekspor dan pembudidaya dibebaskan mencari bibit dimana saja.

“Kalau memang ingin menjadikan Indonesia eksportir Lobster terbesar di dunia mengalahkan Vietnam, mestinya itu yang dilakukan. Pertama larang ekspor benur. Kedua, pembudidaya ini bebas dia mencari bibit dimana saja dari seluruh Indonesia. Jangan dipersulit syarat ini itu nelayan tangkap dan pembudidaya, asal dia tidak ekspor. Bahkan bisa beli tanpa surat (surat keterangan asal benih),” tandasnya

Sebelumnya Sekjen Asosiasi Perhimpunan Pembudidaya Perikanan Pantai Buleleng Bali (P4B) yang akrab disapa Pak Oye menyayangkan, Permen KP 17/2021 sebagai pengganti dari Permen KP 12/2020 ditunggu selama 7  bulan malah ketentuannya membuat pembudidaya menjadi tidak bergairah.

Pihaknya mewakili pembudidaya lobster lain yang baru merintis memohon, aturan tersebut agar dapat ditinjau kembali guna percepatan budidaya lobster di dalam negeri.

“Harus menunggu 2 bulan untuk mendapatkan bibit lobster yang berukuran 5 gram. Tentunya hal ini akan mengurangi gairah rekan-rekan yang bersemangat untuk mengalihkan budidaya ikan kerapu ke lobster. Semoga Pemerintah bisa meninjau kembali aturan 5 gram ini,” harap Pak Oye.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dilantik Jadi Wantimpres Rocky Gerung Kritis Terhadap Kebijakan
Syahganda Nainggolan Dilantik Kepala Bakom Fokuskan Peran AI Komunikasi Pemerintah
IPPS Nilai Prabowo Pertahankan Menteri Kontroversial di Tengah Tujuh Kali Reshuffle
Soroti Pelantikan Luky Alfirman, LPKAN Minta Transparansi Kasus Motor Listrik MBG
Ketum PMPRI Soroti Reshuffle Kabinet,  Disumpah Pakai Kitab Suci Tapi Nistakan Isinya
Hotel Tour Aero Astra Akademia Jadi Bekal Siswa Sebelum Masuk Dunia Industri
Mantan WK MPO Golkar Jabar: Duet Bahlil-Sarmuji Bawa Golkar Naik Kelas
Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:59 WIB

Dilantik Jadi Wantimpres Rocky Gerung Kritis Terhadap Kebijakan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Syahganda Nainggolan Dilantik Kepala Bakom Fokuskan Peran AI Komunikasi Pemerintah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:50 WIB

IPPS Nilai Prabowo Pertahankan Menteri Kontroversial di Tengah Tujuh Kali Reshuffle

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Soroti Pelantikan Luky Alfirman, LPKAN Minta Transparansi Kasus Motor Listrik MBG

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Hotel Tour Aero Astra Akademia Jadi Bekal Siswa Sebelum Masuk Dunia Industri

Berita Terbaru