PMPRI Desak Polri Ungkap Aktor Intelektual Pengeroyok Haris Pratama

- Penulis

Senin, 28 Februari 2022 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haris Pratama

Haris Pratama

BANDUNG, Mediakarya – Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) mendesak Polri menangkap aktor intelektual dibalik penyerangan terhadap ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pratama.

Ketua Umum PMPRI Rohimat menegaskan, pihaknya mengutuk keras aksi premanisme terhadap Ketum KNPI yang diduga dilakukan oleh kelompok tertentu.

“Apapun ceritanya aksi premanisme tidak dibenarkan. Indonesia adalah negara hukum. Oleh karenanya PMPRI siap sebagai garda terdepan melawan aksi premanisme dalam membantu aparat kepolisian,” ujar pria yang akrab disapa Kang Joker ini kepada wartawan, Minggu (28/2/2022).

Terkait dengan kasus pengeroyokan yang menimpa Haris Pratama, Joker mendesak pihak kepolisian untuk mengusut aktor intelektualnya.

“Sehingga nanti dapat terungkap apa motif dibalik pengeroyokan terhadap saudara Haris. Apakah ada unsur politik atau masalah pribadi. Nah, ini tentunya harus segera diungkap secara terang benderang,” tegas Joker.

Memurut dia, bila aktor intelektualnya diduga melibatkan tokoh maupun politisi, kata Joker, polisi jangan ragu untuk menyeretnya ke proses hukum.

Baca Juga:  Pemkab Kudus Gelar Undian untuk Dongkrak Kepatuhan Wajib Pajak

Sebab, lanjut Joker, bahwa salah satu prinsip atau asas penting dari suatu negara hukum ialah asas persamaan di hadapan hukum (equality before the law).

Di mana asas tersebut menegaskan bahwa setiap warga negara bersamaan kedudukannya di hadapan hukum dengan tidak ada pengecualian.

“Dalam kaitan itu, penegakan hukum, semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama. Tidak ada istilah tebang pilih dalam penegakannya atau bahkan kebal terhadap hukum. Bahkan kepada politisi sekalipun,” tegasnya.

Sebelumnya, Polisi menyebut dalang pengeroyokan terhadap Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama merupakan pria berinisial SN. Dia ditangkap di rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara pagi tadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebut pihaknya masih mendalami motif SN memerintahkan empat tersangka lain untuk mengeroyok Haris.

Tubagus membeberkan, SN memerintahkan empat tersangka dengan inisial MS, JT, H, dan I untuk menghabisi Haris. Dari empat eksekutor dua di antaranya yakni MS dan JT telah tertangkap.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global
Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Pemaksaan Kesaksian Andri Yunus adalah Bentuk Ancaman
Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan
Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:20 WIB

Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:09 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Pemaksaan Kesaksian Andri Yunus adalah Bentuk Ancaman

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:51 WIB

Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Berita Terbaru

Personel lalu Lintas Polri saat melakukan apel (Foto: Sumber Net)

Headline

Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:20 WIB

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB