KOTA BEKASI, Mediakarya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Ade Puspitasari kian menunjukkan legitimasinya.
Hal tersebut menyusul dengan adanya rapat kerja daerah (Rakerda) dan pelantikan pengusrus DPD Golkar Jawa Barat yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor Jawa Barat, pada Jumat (3/6/2022) kemarin.
Di mana dalam Rakerda tersebut panitia mengundang DPD II Golkar seluruh Kota/Kabupaten yang sudah memiliki Surat Keputusan (SK) yang sah.
Sementara itu, dengan hadirnya seluruh pengurus DPD Golkar Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Ade Puspitasari menjawab klaim adanya dualisme kepemimpinan DPD Golkar Kota Bekasi.
“Sebab dalam Rakerda itu kami yakin DPD Golkar Jabar tidak mau ambil resiko dan pastinya tidak mau mengundang ketua DPD tandingan yang tidak memiliki SK dari Jabar,” kata direktur eksekutif Etos Indonesia, Iskandarsyah pada Mediakarya, Kamis (9/6/2022).
Iskandar mengungkapkan, terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dia mengatakan bahwa Ade merupakan ketua DPD yang sah.
Terkait dengan kepengurusan Ade Puspita yang saat ini dikabarkan tengah digugat di Mahkamah Partai Golkar, kata dia, hal itu persoalan lain.
Menurut dia, soal gugatan itu sah-sah saja, karena itu merupakan mekanisme yang harus dijalankan ketika ada kelompok yang tidak puas dalam mekanisme Musda saat itu.
“Tapi saat ini kepungurusan DPD yang sah itu ada di kelompok Ade Puspita. Adapun ada kelompok lain yang mengaku sebagai ketua DPD itu menurut kami hanya klaim saja,” tandasnya. ***






