Respon Aspirasi Sejumlah Pengurus DPW, Repro Segera Gelar KLB

- Editor

Selasa, 15 Juli 2025 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, Mediakarya – Sekretaris Jendral (Sekjen) Relawan Prabowo (Repro) Abdul Rakhman merespon desakan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di 38 provinsi untuk merombak susunan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) yang dinilai sudah tak efektif.

“Tentunya kami segera merespon aspirasi yang disampaikan oleh kawan-kawan pengurus DPW. Karena membangun organisasi yang sehat membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek, mulai dari komunikasi yang baik hingga pengembangan budaya organisasi yang positif,” ujar Rakhman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Dia pun menilai desakan perombakan susunan kepengurusan DPN ini bukan semata-mata permintaan personal, namun melainkan permintaan dari seluruh pengurus DPW di 38 provinsi, sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap organisasi Repro.

“Konsolidasi terus kami lakukan mengingat Kongres Luar Biasa (KLB) akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Kepengurusan pusat harus terus bersinergi bersama seluruh pengurus daerah, guna tetap menjaga dan mengawal pemerintahan pak Prabowo hingga 2034,” kata Rakhman.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah, mengatakan bahwa Repro bukan sekedar kelompok relawan tetapi juga organisasi yang terbukti loyalitasnya hingga ke basis-basis bawah yang memiliki militansi yang tinggi.

Baca Juga:  Kementerian PPPA Minta Orang Tua Awasi Media Sosial Anak

“Repro memiliki 38 pengurus DPW di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan secara real bahwa kepengurusan itu ada, bukan catatan nama-namanya saja,” kata Iskandar.

Iskandar menilai, jika pengurus daerah tak mampu menjalin komunikasi dengan baik dengan pengurus pusat, maka pengurus daerah wajib mengevaluasi keberadaan ketua umum.

Selain itu, jika komunikasi yang terbangun antara pengurus pusat dan daerah tak berjalan efektif, perlu dipertanyakan legitimasi seorang ketua umum.

“Artinya, jika ketum Repro sudah tak mendapat legitimasi dari pengurus daerah, perlu dilakukan perombakan organisasi ini melalui kongres luar biasa atau KLB,” ucapnya.

Tentunya, lanjut Iskandar, pelaksanaan KLB itu sudah diatur dalam AD ART organisasi ini.

“Dalam organisasi, pelaksanaan KLB merupakan hal yang biasa, sepanjang itu dilakukan dengan mekanisme organisasi yang telah diatur dalam AD ART, maka itu sah-sah saja,” ucapnya.

Dia pun menyebut, dengan KLB itu diharapkan terbentuk kepengurusan baru. “Dengan terbentuknya kepengurusan baru diharapkan dapat terbangun sinergitas antara DPN dan DPW seluruh Indonesia,” pungkas Iskandar. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketua BPKN: Blokir Rekening Mandiri Wajib Dibuka Jika Tidak Ada Dasar Hukum
Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi
Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Ketua BPKN: Blokir Rekening Mandiri Wajib Dibuka Jika Tidak Ada Dasar Hukum

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Pernyataan Budi Ari Soal Pilpres Dipercepat Sebelum 2029 Diduga Atas Persetujuan Jokowi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Banyak Pemimpin Sering Berlaku Arogan?

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:44 WIB