Respon Pj Bupati Ketika NIK Warganya  Dicatut WNA untuk Vaksinasi Covid-19

- Editor

Jumat, 6 Agustus 2021 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan.

BEKASI, Mediakarya.id – Pendataan vaksinasi Covid-19 diubah setelah ada warga Kabupaten Bekasi yang tidak bisa melaksanakan vaksinasi lantaran NIK dicatut oleh warga negara asing atau WNA.

Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, pemerintah saat ini sedang menyempurnakan data vaksinasi yang disesuaikan dengan data administrasi kependudukan di Kementerian Dalam Negeri.

“Sudah dirapatkan di Kemendagri dengan Kemenkes dan Kemenkominfo. Hasilnya data akan disempurnakan,” kata Dani, Rabu (4/8/2021).

Kata Dani. Dari hasil rapat tersebut, ketiga kementerian akan berkoordinasi untuk menyempurnakan data vaksin. Serta, kesalahan pada nomor induk kependudukan (NIK).

“Semua data vaksin akan disempurnakan dan data-data NIK yang salah akan diperbaiki sesuai database kependudukan di Kemendagri,” katanya.

Kepastian penyempurnaan data ini akan ditetapkan dalam perjanjian kerjasama pemanfaatan data kependudukan.

“Hari Jumat besok akan ada penandatanganan PKS pemanfaatan data kependudukan dengan peduli lindungi dan PCare,” ujarnya.

Dani bersyukur kasus pencatutan NIK yang menimpa warganya langsung ditangani di tingkat nasional. Ia berharap tidak ada lagi warga yang tidak dapat divaksin karena persoalan administrasi.

“Apalagi kasus penggunaan NIK ini agar jangan sampai terjadi lagi. Karena sesuai target pemerintah, vaksinasi ini penting,” ucapnya.

Baca Juga:  Dani Ramdan Dinilai Tak Patuh dan Tak Hargai Mendagri

*Kasus NIK Warga Kabupaten Bekasi Dicatut WNA yang Pertama*

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti mengatakan, Wasit Ridwan, warga yang NIK-nya dicatut oleh WNA telah mendapatkan vaksin. Wasit pun telah menerima sertifikat meski dibuat secara manual.

“Vaksin sudah diberikan di pihak puskesmas dan sertifikatnya sudah diberikan. Untuk sementara itu bisa dipakai untuk perjalanan atau masuk kerja. Nanti akan ada perbaikan,” katanya.

Menurut Enny kasus yang dialami Wasit menjadi yang pertama di Bekasi. Sebelumnya, tidak ada kasus yang membuat warga gagal divaksin, apalagi disebabkan administrasi.

“Jadi tidak ada sebenarnya itu yang gagal divaksin. Semuanya, sesuai administrasi menerima vaksin. Adapun yang tunda vaksin itu lebih kepada masalah kesehatannya, alasan medis. Di luar itu, tidak ada persoalan lain,” katanya.

Enny mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan percepatan vaksinasi demi mengejar herd immunity. Pemkab Bekasi menarget 50 persen warga telah mendapatkan vaksin dosis pertama hingga akhir Agustus ini. (Sygy)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Berita Terbaru