Ridwan Kamil Gabung ke Golkar Disambut Nofel Saleh Hilabi

- Penulis

Kamis, 19 Januari 2023 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Umum Ormas Baladhika Karya Nofel Saleh Hilabi mengapresiasi bergabungnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  dengan Partai Golkar.

Nofel mengatakan, dengan bergabungnya pria yang akrab disapa Kang Emil di partai berlambang pohon beringin itu diharapkan dapat memberikan spirit baru dalam rangka merebut kembali kejayaan Golkar di Jawa Barat.

Menurutnya, Partai Golkar pernah mengalami masa kejayaan di Jawa Barat, yakni berhasil menempatkan kadernya untuk menempati 16 kursi kepala daerah.

“Pasca reformasi sebanyak 16 kepala daerah di Jabar berasal dari kader Golkar. Kami optimis bahwa bergabungnya Kang Emil bersama  Golkar dapat memberi efek domino terhadap suara Golkar secara nasional,” ujar Nofel kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Kehadiran Kang Emil menjadi keluarga baru di Partai Golkar dinilai bukan hanya sebagai magnet dalam merebut suara Golkar di Jawa Barat. Terlebih saat ini Ketum Golkar menunjuk Emil sebagai waketum bidang penggalangan pemilih.

“Kami juga mengapresiasi Ketum Airlangga Hartarto yang menunjuk Kang Emil sebagai sebagai wakil ketua umum (waketum) bidang penggalangan pemilih,” ujar Nofel.

Sementara itu, terkait dengan bergabungnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Partai Golkar, mantan Wali Kota Bandung itu mengatakan dia akan menuruti semua keputusan Golkar. Termasuk, akan menarasikan terus Ketum Airlangga Hartarto sebagai capres.

Baca Juga:  Ricuh, Polda Malut Ingatkan Semua Pihak Jaga Keamanan saat Pleno KPU

“Dan saya fatsun terhadap keputusan organisasi maka ke mana-mana keputusan partai terkait Pak Airlangga sebagai capres pun itu akan saya narasikan ke mana-mana,” tutur dia.

Ridwan Kamil sebelumnya resmi menjadi kader Partai Golkar dan memakai jas kuning. Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan tugas khusus untuk Ridwan Kamil usai resmi bergabung.

“Tentu nanti Pak Emil diberikan tugas, salah satunya adalah untuk menggalang pemilih dan untuk memenangkan pemilu,” kata Airlangga Hartarto saat konferensi pers di DPP Partai Golkar, Rabu (18/1/2023).

Airlangga Hartarto meminta Ridwan Kamil memperkuat posisi Golkar di Jawa Barat. Dia menyebut Ridwan Kamil harus berusaha meningkatkan suara Golkar di 2024.

“Pada saat sekarang posisi Partai Golkar di Jawa Barat cukup bagus, sehingga dengan adanya tambahan politisi Jawa Barat terkemuka, Gubernur Jawa Barat ini akan lengkapi tim Partai Golkar,” ucapnya.(Mm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik
Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan
Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum
PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal
Biaya Politik Mahal jadi Pemiicu Maraknya Korupsi di Indonesia
Pasca Reformasi 98: Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan
Mantan Komandemen NII Wilayah Jabar: Kelompok Salafi Wahabi Berpotensi Rongrong Stabilitas Keagamaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 12:21 WIB

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:54 WIB

Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53 WIB

Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:05 WIB

PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

Berita Terbaru

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB