Sebut Pe’a pada Siswa Pengkritik Menu MSB, PMPRI Sesalkan Pernyataan Deddy Corbuzier

- Penulis

Senin, 20 Januari 2025 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PMPRI Rohimat alias Joker

Ketum PMPRI Rohimat alias Joker

JAKARTA, Mediakarya – Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) menyesalkan pernyataan Deddy Corbuzier yang menyebut pe’a kepada anak sekolah yang mengeluhkan menu makan siang bergizi (MSB) kurang enak.

Ketua Umum PMPRI Rohimat alias Joker meminta agar Deddy Corbuzier sebagai publik figur agar berhati-hati dalam menyikapi keluhan dari siswa terkait dengan menu MSB.

“Tak pantas Deddy menyebut siswa yang mengeluhkan soal menu MSB bergizi dengan kata-kata pe’a. Seharusnya itu jadi masukan bagi penyedia MSB. Lain soal jika anggaran itu dikeluarkan dari kantong pribadi Deddy sendiri. Setau kami itu anggaran dari negara,” ujar Joker kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/1/2025).

Joker juga mengajak masyarakat agar berperan aktif untuk mengawasi penggunaan anggaran MSB. Sebab, sejauh ini banyak informasi yang berhasil dihimpun bahwa sejumlah dapur penyedia MSB terkesan tertutup.

“Program MSB sangat rentan dengan penyimpangan angaran. Jangankan bantuan pemerintah yang diberikan dengan hidangan yang sudah jadi, sedangkan bantuan pangan non tunai saja banyak terjadi penyimpangan,” katanya.

“Jadi sangat diwajarkan jika ada keluhan dari siswa. Yang harus dikritisi itu penyedia makanannya, bukan siswa yang mengeluhkan soal menu malah dibilang pe’a. Itu pernyataan konyol dan tidak mendidik. Jangan membela pemerintah namun justru malah jadi blunder terhadap program MSB,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan kanal media sosial harus diisi oleh konten yang bermuatan positif.

Hal tersebut disampaikan Pratikno merespons pertanyaan Deddy Corbuzier dalam merespons aspirasi siswa yang menyebut menu dalam program makan bergizi gratis kurang enak.

Baca Juga:  61,13 Juta Jiwa Penduduk Indonesia Telah Divaksin Dosis Penguat

“Memang kan media sosial harus diisi dengan konten-konten anu lah, sharing hal-hal positif lah,” kata Pratikno di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (20/1/2025).

Pratikno mengaku turut serta mengawasi jalannya program tersebut di lapangan. Ia menilai program MBG berjalan baik.

Namun, ia juga menekankan kepada seluruh kementerian khususnya yang berkaitan dengan program tersebut agar terus berupaya mengevaluasi program dari segala sisi.

Pernyataan Deddy atas respons peserta didik yang menyebut makanan program MBG kurang enak menarik perhatian publik. Ia menyampaikan itu lewat akun Instagramnya @mastercorbuzier.

Sejumlah netizen berpendapat pernyataan Deddy kurang sopan karena ditujukan kepada anak-anak.

“Masalah makan siang bergizi gratis buat anak-anak, ada satu video yang gua lihat, ada anak ngomong, ‘ayamnya kurang enak’,” kata Deddy dilansir dari CNN Indonesia.

“Kurang enak, kurang enak, kepala elu pea, kurang enak ayamnya,” imbuh dia.

Deddy membandingkan itu dengan perilaku anaknya, Azka. Ia menyebut selama ini putranya itu tak pernah protes perihal makanan saat diajak ke lokasi syuting.

Ia mengatakan selama di lokasi syuting, Azka mengonsumsi nasi kotak yang menjadi makanan seluruh kru dan pemain.

“Dan kalau dia ngomong sama gue, ‘Pa enggak enak, aku mau yang lain’, gue tabok. Gue tabok. Tanya anaknya, gue tabok. Makan, kamu. Ini makanan. Ini sehat. Semua orang makan seperti ini,” ujar Deddy.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bertemu Wamen PU, Penerima Beasiswa Garuda LPDP dengan 30 LoA Dunia Siapkan Ilmu untuk Pembangunan Indonesia
Di Balik Anggaran: Ketika Media Menjadi Agen Pembagian “Kue”
MinyaKita Diduga Berbau Solar, Ketua BPKN RI: Harus Diusut Tuntas, Keselamatan Konsumen Adalah Prioritas
Storytelling Competition Bank Jakarta Semarakkan PRJ 2026, Asah Kreativitas dan Kepercayaan Diri Anak
Kian Parah, Ternyata Tiga Pimpinan BGN Rangkap Jabatan di BUMN
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Mark-Up Gembok Ditjen PAS Senilai Rp92 Miliar
Banyak Prestasi Selama Jabat Kakorlantas Polri, IPW Apresiasi Kinerja Irjen Agus Suryonugroho
Humas Pemda: Di Antara Tugas Pokok dan Penyimpangan Fungsi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:50 WIB

Bertemu Wamen PU, Penerima Beasiswa Garuda LPDP dengan 30 LoA Dunia Siapkan Ilmu untuk Pembangunan Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:03 WIB

Di Balik Anggaran: Ketika Media Menjadi Agen Pembagian “Kue”

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:55 WIB

MinyaKita Diduga Berbau Solar, Ketua BPKN RI: Harus Diusut Tuntas, Keselamatan Konsumen Adalah Prioritas

Senin, 6 Juli 2026 - 20:14 WIB

Storytelling Competition Bank Jakarta Semarakkan PRJ 2026, Asah Kreativitas dan Kepercayaan Diri Anak

Senin, 6 Juli 2026 - 07:00 WIB

Kian Parah, Ternyata Tiga Pimpinan BGN Rangkap Jabatan di BUMN

Berita Terbaru

Pedagang sapi di Jawa Timur (Ist)

Ekonomi & Bisnis

Stok Sapi Hidup Menipis, Pedagang Daging Jawa Timur Kembali Bergejolak

Selasa, 7 Jul 2026 - 14:08 WIB