Tak Masukan Papua dalam Program Penanggulangan Teroris, Kinerja BNPT Dipertanyakan

- Penulis

Rabu, 26 Januari 2022 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. (Foto: net)

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. (Foto: net)

JAKARTA, Mediakarya – Kinerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendapat sorotan lantaran tak memasukkan Papua dalam penanggulangan terorisme.

Hal tersebut terungkap saat Komisi III DPR menggelar rapat kerja dengan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/1/2022).

Anggota Komisi III DPR Rudy Mas’ud mengatakan, padahal ancaman keamanan kerap terjadi di Papua seperti di Timika. Namun, dalam program kerja BNPT tidak dimasukkan.

“Dari rencana sinergisitas 46 kementerian dan lembaga. Saya di sini tidak melihat Provinsi Papua. Padahal bapak ini mantan Kapolda Papua. Saya agak paham itu Papua. Apalagi Timika, Pak, tiap minggu kacau. Dan ini tidak masuk dalam rangkaian teroris ini?” kata Rudy dalam tayangan TV Parlemen.

Baca Juga:  Natalius Pigai Menduga Pemerintah Menutupi Soal Insiden Hilangnya KM Bali Permai

Padahal kata Rudy, definisi teroris yakni setiap tindak berkaitan kekerasan yang ditujukan secara acak. Hal itu juga terjadi di Papua.

“Teroris merupakan tindakan berkaitan dengan kekerasan untuk melakukan yang ditujukan secara acak, Pak. Tidak langsung kepada pelaku. Saya melihat ini terjadi di Papua,” ujar Rudy.

Oleh karena itu Rudy berharap kasus kekerasan di Papua masuk dalam fokus kerja BNPT untuk menjaga kedaulatan Indonesia dari ancaman kekerasan.

Untuk itu, dalam kesempatan rapat kerja tersebut, Rudy meminta agar BNPT mengkategorikan gerakan sparatis di Papua itu sebagai teroris dan menjadi perhatian serius guna menjaga kedaukatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.**

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

DPP GRIB Jaya Dampingi Ahli Waris Klaim Kembali Lahan yang Dikuasai PT Arjuna, Buka Ruang Mediasi
Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
Niko Kilykily dan Grib Jaya Bela pengembalian Hak Tanah Ahli Waris Atas Club De Arjuna
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:28 WIB

DPP GRIB Jaya Dampingi Ahli Waris Klaim Kembali Lahan yang Dikuasai PT Arjuna, Buka Ruang Mediasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55 WIB

Niko Kilykily dan Grib Jaya Bela pengembalian Hak Tanah Ahli Waris Atas Club De Arjuna

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Berita Terbaru