Home / DKI

Terkait Laporan WALHI, Ketua DPRD ‘Sentil’ Kinerja Bupati

- Penulis

Senin, 25 September 2023 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Wahana lingkungan hidup (WALHI) mengirim surat kepada PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait dugaan adanya kerusakan lingkungan di Pulau Tengah Kabupaten Kepulauan Seribu.

Berdasarkan kajian singkat WALHI bahwa Pulau Tengah sudah bertambah luas menjadi kurang lebih 26 hektar akibat reklamasi ilegal dari luas awal 8 hektar. WALHI meminta Pemprov DKI Jakarta menghentikan seluruh aktivitas di Pulau Tengah sampai adanya titik temu.

Terkait kondisi ini, ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sangat menyayangkan kinerja Junaidi sebagai Bupati Kepulauan Seribu.

“Bupati itu kalau rapat dengan DPRD ngomongnya lemah lembut, tapi ternyata banyak masalah di Pulau. Ada apa dengan pak Bupati?,” ujar Prasetio kepada Media Karya, Senin (25/9).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, setiap permasalahan yang ada di pulau tentu-nya menjadi tanggung jawab Bupati.

“Jadi Gubernur harus mengevaluasi kinerja bupati,” ungkapnya

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Junaidi saat dikonfirmasi Media Karya terkait surat WALHI tidak berkomentar. Sampai berita ini diturunkan pesan WhatsApp (WA) messenger yang dikirim tidak di respon.

Seperti diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun dalam rapat bidang pengendalian ruang dinas cipta karya, tata ruang dan pertanahan (DCKTRP) Provinsi DKI Jakarta tanggal 31 Juli 2023 yang menindaklanjuti disposisi PJ Gubernur DKI Jakarta terkait surat pengaduan dari WALHI terkait dugaan adanya kerusakan lingkungan hidup di Pulau Tengah di Kepulauan Seribu.

Dalam rapat tersebut perwakilan WALHI Jakarta meminta Pemda untuk menjelaskan rencana reklamasi yang dimiliki pengelola Pulau Tengah dan memberikan informasi darimana material reklamasi berasal. Perwakilan WALHI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta menghentikan seluruh aktivitas di Pulau Tengah sampai adanya titik temu.

Ditempat terpisah, ketua koalisi peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk mengungkapkan berdasarkan data LHKPN yang dimuat di klikpendidikan.id, Junaidi mempunyai harta yang fantastis. Dan Amos Hutauruk cukup curiga dengan jumlah kekayaan Bupati Kepulauan seribu tersebut.

Amos medorong Kajati DKI Jakarta, turun tangan mencari tahu akan kegaduhan yang terjadi di Kepulauan seribu, hingga melonjaknya harta bupati.

Baca Juga:  Bank DKI Raih Penghargaan Anugerah CSR IDX Channel

“Saya mendesak agar aparat penegak hukum turun tangan,” ungkapnya.

Berikut ini harta kekayaan Junaedi yang saat ini menjabat sebagai bupati Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta.

Junaedi saat ini mengemban tugas sebagai bupati Administratif Kepulauan Seribu sejak 4 September 2020 lalu.

Junaedi mengawali karir di Pemerintahan Kota DKI Jakarta dengan menjadi Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Tahun 2015 hingga 2016.

Kemudian pada tahun 2016 hingga 2017 Junaedi menjabat sebagai Asisten Deputi Bidang Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Setelah itu, Junaedi mengemban tugas sebagai Wakil Wali Kota Admninistrasi Jakarta Utara, Tahun 2017-2018 dan Wakil Bupati Administrasi Kepulauan Seribu tahun 2018-2020.

Kemudian sejak tahun 2020 hingga saat ini Junaedi menjabat sebagai bupati administrasi Kepulauan Seribu.

Junaedi menjadi kepala daerah terkaya di Jakarta meski kekayaannya hanya sebesar Rp5.917.522.624 dengan rincian:

a. Tanah dan Bangunan senilai Rp5.150.000.000

Junaedi tercatat hanya memiliki dua bidangtanah beserta bangunan yang berlokasi di Kota Depok.

– Tanah dan Bangunan Seluas 245 M2/114 M2 di Kota Depok, Hasil Sendiri senilai Rp3.200.000.000

– Tanah dan Bangunan Seluas 321 M2/160 M2 di Kota Depok, Hasil Sendiri senilai Rp1.950.000.000

b. Alat Transportasi dan Mesin yang memiliki nilai total keseluruhan Rp471.500.000

– Motor, Kawasaki Ninja Sepeda Motor Tahun 2015, Hasil Sendiri senilai Rp19.500.000

– Mobil, Honda Cr-V Tahun 2012, Hasil Sendiri senilai Rp145.000.000

– Motor, Honda N Max Tahun 2014, Hasil Sendiri senilai Rp7.000.000

– Mobil, Toyota Alphard Tahun 2011, HasilSendiri senilai Rp300.000.000

c. Harta Bergerak Lainnya senilai Rp60.250.000

d. Surat Berharga Rp 0

e. Kas Dan Setara Kas sebesar Rp469.997.325f. Harta Lainnya Rp 0

Secara keseluruhan harta kekayaan Junaedi adalah sebesar Rp6.151.747.325 dan dikurangi hutang sebesar Rp234.224.701.

Maka harta kekayaan bersih Junaedi yang menjabat bupati Administrasi Kepulauan Seribu adalah sebesar Rp5.917.522.624.(dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Pras: Usia 500 Tahun Jakarta, Momentum Memperkuat Pondasi Pembangunan yang Beroientasi Pada Kesejahteraan Masyarakat
Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat: Cerita Warga Condet Bersama PAM JAYA
Terkait Narasi ‘Sell Indonesia’, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Minta Singapura Intropeksi Diri
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Resmi Jadi Bos Kebon Sirih, Suhud Langsung Tancap Gas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:01 WIB

Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:26 WIB

STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:00 WIB

Pras: Usia 500 Tahun Jakarta, Momentum Memperkuat Pondasi Pembangunan yang Beroientasi Pada Kesejahteraan Masyarakat

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:23 WIB

Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat: Cerita Warga Condet Bersama PAM JAYA

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Terkait Narasi ‘Sell Indonesia’, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Minta Singapura Intropeksi Diri

Berita Terbaru