Tiga Bandara Ini Berencana Akan Dikelola Asing

- Editor

Selasa, 14 Desember 2021 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandara Ngurah Rai Bali

Bandara Ngurah Rai Bali

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan bahwa pihaknya berencana menggandeng asing untuk pengembangan tiga bandara yang dikelolanya.

Adapun skemanya yang akan dilakukannya yakni bentuk kerja sama pengembangan, di mana tujuannya untuk meningkatkan nilai bandara tersebut dengan me-recycle aset tersebut.

Faik mengatakan, calon investor untuk pengembangan bandara ini sudah mulai menyatakan minatnya. Namun masih menunggu kembalinya traffic penumpang dari bandara tersebut.

Bandara yang akan dikerjasamakan adalah Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, Lombok; dan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Recycle itu kan memanfaatkan aset ya agar value-nya meningkat. Jadi tidak dijual asetnya, tapi dikerjasamakan sehingga value-nya naik,” kata Faik di Jakarta, Senin (13/12/2021).

Dia menjelaskan, untuk bandara Lombok saat ini sudah ada calon partner asing yang menyatakan minatnya untuk pengembangan lahan seluas 550 hektar. Optimalisasi bandara ini dilakukan mengingat potensi wisatanya yang besar setelah dihelatnya even kelas dunia, seperti Superbike dan MotoGP di tahun depan.

“Sekarang ini sudah tahap penawaran, ada beberapa kandidat yang berminat untuk masuk,” imbuh diasebagaimana dikutip dari CNBC.

Kemudian, untuk bandara Bali saat ini masih menunggu kembalinya traffic penumpang internasional. Diperkirakan langkah ini akan mulai dilakukan pada 2022 mendatang setelah turis mulai kembali memadati bandara ini.

Langkah yang dilakukan oleh AP I ini sama dengan upaya yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura II yang mengkerjasamakan asetnya yakni Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara.

AP 2 bekerjasama dengan GMR Airports Ltd. untuk pengembangan bandara Kualanamu dengan masa konsesi selama 25 tahun.

Untuk diketahui, GMR Airports Ltd adalah operator bandara asal India yang mengelola Delhi International Airport, Hyderabad International Airport di India, dan Bidar Airport di India. Perusahaan ini juga mengelola Mactan Cebu International Airport di Filipina.

Baca Juga:  Dukung Kader PDI-P Jadi Capres 2024, Laksar Ganjar - Puan Terus Bergerak

Skema dalam kerja sama ini adalah pelepasan 49% kepemilikan AP 2 di Bandara Kualanamu kepada GMR. Keduanya membentuk perusahaan patungan yang bernama PT Angkasa Pura Aviasi.

Kemitraan ini diharapkan mendorong Sumatera Utara menjadi mesin utama penggerak ekonomi di Pulau Andalas. Kemitraan ini diharapkan menjadikan bandara Kualanamu sebagai hub Asia Tenggara.

Untuk menjadi bandara hub diperlukan fasilitas-fasilitas pendukung seperti MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul), peningkatan aktivitas ground handling, kargo, lounge, commercial area, dll.

Letak Bandara Kualanamu yang cukup dekat dengan Medan, juga menjadi daya tarik bagi para pelancong dan calon investor untuk mengembangkan pusat ekonomi di kawasan tersebut. Hal ini dapat menjadikan Medan sebagai kota berkelas internasional yang mampu bersaing dengan Kuala Lumpur dan Singapura.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo mengatakan, kemitraan ini memiliki efek berganda yang besar sehingga berpotensi menaikkan mengangkat ekonomi daerah.

“Dampaknya akan positif bagi ekonomi Sumatra Utara, terutama pariwisata. Dibandingkan dengan Singapura misalnya, yang berkelas internasional, maka potensi yang kita miliki itu besar. Dengan kerja sama ini maka Sumatera Utara terekspos ke luar negeri sehingga akan banyak datang wisatawan asing yang akan datang. Dan itu kan yang kita harapkan,” kata dia.

Menurutnya, Sumatera Utara jika dikelola dengan sangat baik pasti akan menjadi salah satu daerah yang maju, apalagi sudah ada fasilitas yang diberikan negara seperti pembangunan infrastruktur.

“Jadi harus benar-benar dimanfaatkan. Terlebih, ujung utara Pulau Sumatra itu telah ditetapkan sebagai destinasi prioritas nasional, khususnya kawasan Danau Toba yang kini telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG),” jelasnya.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Kasus Perkara Suap Summarecon Bogor KPK Geledah Kementerian ATR/BPN
DPR Alokasi 23 T Untuk Gaji PPPK APBN 2027
Istana Tunggu Sinyal KPK Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Korupsi Lahan Pengembang
Prabowo Bertekad Beli Ratusan Pesawat Mitigasi Bencana Alam
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
Udang Impor Masuk Jawa Timur, HPP Petambak Lokal Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:30 WIB

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 September 2026 - 14:15 WIB

Kasus Perkara Suap Summarecon Bogor KPK Geledah Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 - 00:40 WIB

DPR Alokasi 23 T Untuk Gaji PPPK APBN 2027

Kamis, 17 September 2026 - 00:07 WIB

Istana Tunggu Sinyal KPK Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Korupsi Lahan Pengembang

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:07 WIB

Idrus Mony (Foto: HNN)

Opini

Negeri Para Bandit

Kamis, 17 Sep 2026 - 17:50 WIB