Tolak Ikut Wajib Militer, Mahasiswa Israel Ajukan Suaka ke Inggris

- Penulis

Jumat, 17 September 2021 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masiswa Israel sat melakukan aksi (Foto: Net)

Masiswa Israel sat melakukan aksi (Foto: Net)

YERUSALEM, Mediakarya – Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada mengatakan bahwa pihaknya  berusaha untuk memasukkan semua warga Israel untuk mengikuti wajib militer nasional tanpa pengecualian untuk warga dari kelompok ultra-Ortodoks Yahudi dan Arab.

Kebijakan tersebut kontan saja menimbulkan reaksi bagi warga zionis tersebut, tidak terkecuali para mahasiswa.Bahkan salah satu mahasiswa Yahudi anti Zionis yang menolak wajib militer di Israel kini mengajukan suaka di Inggris.mahasiswa ierael di inggris

 

Mahasiswa Yahudi  berusia 21 tahun itu melarikan diri dari Israel pada tahun 2017. Al Jazeera melaporkan, Kamis (16/9/2021). Sidang permintaan suaka akan dilaksanakan di pengadilan tingkat pertama di Manchester, pada Senin (20/9).

Mahasiswa yang diperintahkan pengadilan untuk tidak menyebutkan namanya demi keamanan dirinya, melalui pengacaranya mengatakan pandangan pribadinya, termasuk penolakannya untuk bergabung dengan tentara Israel.

Dia juga akan mengekspos ke penganiayaan dirinya jika dia ditarik kembali ke Israel.

Pengacaranya mengatakan kliennya bisa “dituduh sebagai pembelot dan bisa dijatuhi  hukuman penjara hingga 15 tahun karena dianggap desersi militer, melarikan diri dari tugas militer.”

Mahasiswa tersebut mengatakan dengan keras menentang Zionisme dan menyatakan keberadaan Israel karena alasan agama dan politik.

Yahudi Ortodoks Anti-Zionis percaya bahwa mereka seharusnya tidak diizinkan untuk kembali ke tanah Palestina secara massal sampai kedatangan sang mesias.

“Apa yang dilakukan gerakan Zionis adalah dosa karena telah mengembalikan orang-orang Yahudi ke Tanah Suci di luar kehendak Tuhan, dan dalam prosesnya telah secara paksa menggusur penduduk asli Palestina dan mencuri tanah mereka,” katanya dalam keterangan saksi yang akan digunakan sebagai bukti untuk keputusan pengadilan.

Baca Juga:  Firli Bahuri Mengundurkan Diri Sebagai Ketua KPK

“Zionis telah terlibat dalam pencurian dan pembunuhan massal untuk menciptakan negara Israel. Mereka telah memberontak melawan Tuhan dengan cara yang paling mengerikan. Saya takut dipaksa masuk militer yang akan bertentangan dengan semua yang saya perjuangkan,” lanjutnya.

Negara Israel juga telah mempraktikkan apartheid dan secara rutin terlibat dalam kejahatan perang terhadap rakyat Palestina, imbuhnya.

“Saya tidak bisa melayani pasukan tak bermoral yang melakukan kekejaman seperti itu setiap hari,” lanjutnya.

Dia ditangkap dan dipukuli pada tahun 2015, saat berusia 17 tahun, oleh polisi Israel dalam aksi protes oleh komunitas Yahudi Ortodoks di Yerusalem terhadap wajib militer paksa.

Menurut pengacaranya, saat dalam tahanan polisi Israel sebelumnya, remaja itu “diborgol, didorong ke lantai dan diseret dengan borgol, diludahi dan dipukuli dengan tongkat”.

Dia berangkat ke Inggris pada 2017 dengan visa turis setelah menerima surat wajib militer dan belum kembali sejak itu, tambah pengacaranya.  (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pelimpahan Perkara Kasus Febrie Adriansyah Ujian Prosedur Hukum di Indonesia
Publik Diminta Tidak Terkecoh Soal Pelimpahan Berkas Jampidsus dari Polri ke Kejagung
MAKI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Redam Ketegangan Polri vs Kejagung
PMPRI: Ketegangan Polri vs Kejagung Jadi Momentum Bersihkan Lembaga Hukum dari Oknum Penyalahguna Wewenang
Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum
Febrie Adriansyah Resmi Mundur, Kapuspenkum Pastikan Roda Organisasi di Lingkungan Jampidsus Tetap Berjalan
Rumah Sentul Tak Tercantum di LHKPN, Febrie Klarifikasi Temuan Uang dan Emas
Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:39 WIB

Publik Diminta Tidak Terkecoh Soal Pelimpahan Berkas Jampidsus dari Polri ke Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:54 WIB

MAKI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Redam Ketegangan Polri vs Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:09 WIB

PMPRI: Ketegangan Polri vs Kejagung Jadi Momentum Bersihkan Lembaga Hukum dari Oknum Penyalahguna Wewenang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:12 WIB

Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:10 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Mundur, Kapuspenkum Pastikan Roda Organisasi di Lingkungan Jampidsus Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Tirto dan Kalimat yang Tidak Pernah Mati

Selasa, 14 Jul 2026 - 07:50 WIB