KOTA BEKASI, Mediakarya – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menjajal motor Sitaro. Secara spontan Wali Kota Bekasi mendatangi deretan petugas yang sudah siap dengan kendaraan roda dua.
“Pinjam dong helmnya, gress ini motornya, buat antar obat melayani masyarakat. Ini berpikirnya think out of the box, sebuah terobosan untuk meningkatkan layanan, memiliki nilai manfaat yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Wali Kota Bekasi saat menjajal Motor layanan Sitaro.
Sitaro ini merupakan program layanan pengiriman obat untuk pasien di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi. Sitaro adalah terobosan baru Pemerintah Kota Bekasi yang diciptakan oleh Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid, dr. Kusnanto Saidi.
Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi, kini tidak perlu lagi mengantri obat. Petugas akan mengirimkan langsung, obat ke alamat pasien masing-masing.
“Jadi, pasien tidak perlu lagi mengantri obat, mereka cukup melampirkan alamatnya dan obat pun siap dikirim ke alamat pasien,” terangnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi, dr. Kusnato Saidi mengatakan, layanan yang diberinama Si-Taro, dapat mempermudah pasien untuk tidak lagi mengantri obat di apotek RSUD. Pasien hanya cukup memberikan alamat dan nomor telpon kepada petugas, obat akan dikirim.
“Jadi, setelah pasien selesai periksa, begitu dia menyerahkan resep obat yang dikasih dokter di apotek, petugas kami akan menawarkan terlebih dahulu, apakah obatnya mau ditunggu atau diantar. Kalau mau ditunggu boleh, diantar juga boleh, gratis,” kata Kusnanto.
Lanjut Kusnanto mengatakan, para petugas Sitaro akan melayani di 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi secara cepat dan tepat antarkan obat.
Untuk diketahui Sitaro RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi meraih penghargaan Top 10 besar dalam ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2020.
Saat itu Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum, memberikan piagam penghargaan dan hadiah uang Rp 20 juta untuk peraih Top 10. (apl)






